Lebaran Aman di Bumi Massenrempulu: Dandim Enrekang Pastikan Personel ‘All Out’ – Sinergi TNI-Polri Jadi Benteng Keamanan Operasi Ketupat 2026
ENREKANG, Pelopornews – Lapangan Apel Polres Enrekang tampak penuh semangat pada Kamis pagi (12/03/2026). Di bawah langit Bamba yang cerah, barisan seragam cokelat TNI, hijau Polri, dan berbagai warna dari instansi terkait berjejer rapi – bukan sekadar untuk upacara, tapi sebagai bukti komitmen bulat menjaga kedamaian saat Idul Fitri 1447 H menghampiri warga Bumi Massenrempulu.

Letkol Inf Hendra Kusuma Wijaya, S.Sos., M.M., Dandim 1419/Enrekang, yang memimpin bagian pasukan TNI dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026, datang dengan pesan tegas: “Negara tidak akan pernah meninggalkan masyarakatnya sendirian saat momen penting.”
Bukan Seremonial, Tapi Aksi Nyata yang Diperiksa Langsung
Berbeda dengan acara apel biasanya, kali ini Dandim tidak hanya membacakan amanat. Ia turun langsung mengecek kesiapan mobil patroli, peralatan komunikasi, hingga posko pelayanan yang akan ditempatkan di titik-titik strategis. Setiap detail diperiksa dengan cermat – karena keamanan bukan sekadar janji, tapi jaminan.

“Kami tidak ingin masyarakat merasa cemas saat berada di jalan atau beribadah di masjid dan lapangan salat. TNI hadir sebagai pasukan penguat Polri, siap mengantisipasi segala kemungkinan agar arus mudik, balik, dan perayaan lebaran berjalan mulus,” tegas Letkol Inf Hendra sambil menunjukkan rencana penempatan pos pengamanan di jalur poros Enrekang.
Empat Pilar Keamanan yang Jadi Fokus Utama
Operasi Ketupat 2026 di Enrekang mengedepankan empat poin krusial yang menjadi landasan kerja seluruh personel:
Fokus Pengamanan Target Utama
Mobilitas Kelancaran lalu lintas di jalur utama mudik seperti Jalan Raya Enrekang-Makassar dan jalur menuju daerah pedalaman.
Kamtibmas Penjagaan pusat perbelanjaan, terminal, objek vital, dan kawasan wisata yang diprediksi ramai dikunjungi.
Religi Kenyamanan pelaksanaan salat Idul Fitri di berbagai lokasi, termasuk pengaturan akses dan kebersihan area ibadah.
Sinergi Kolaborasi erat TNI, Polri, Pemkab Enrekang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPBD untuk menangani segala situasi dengan cepat.
“Tidak Ada Ego Sektoral – Hanya Pelayanan untuk Masyarakat”
Di tengah dinamika wilayah yang terus berkembang, Dandim menekankan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci keberhasilan operasi ini. Setiap personel telah diberikan pemahaman mendalam tentang tugasnya, dengan satu tujuan bersama: memberikan rasa aman yang nyata bagi warga Enrekang dan para pemudik yang melintas.
“Kita semua adalah satu tim – dari seragam yang berbeda, tapi hati dan tujuan sama: menjaga Bumi Massenrempulu tetap damai dan bahagia di hari raya,” tandasnya.
Dengan dimulainya operasi ini, masyarakat yang pulang kampung atau menuju daerah lain di Sulawesi Selatan dapat merasakan kehadiran negara yang dekat dan peduli di setiap sudut Enrekang.
(Adnan)





