Juli 1, 2026

Waspada! Modus Penipuan Penginapan Online Marak di Sidrap, Peserta Porsenijar Sulsel Diminta Jangan Mudah Percaya

Screenshot_20260701-181520

PELOPORNEWS.SIDRAP – Masyarakat, khususnya peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya dugaan penipuan penginapan melalui platform online.

Modus ini diduga memanfaatkan membludaknya kedatangan ribuan guru dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang membutuhkan tempat menginap selama kegiatan berlangsung.

Sejumlah peserta mengaku menjadi korban setelah memesan penginapan secara daring. Namun, saat tiba di Sidrap, alamat penginapan yang dipesan ternyata tidak ada.

Salah seorang peserta asal Makassar, Andi Febriani, mengaku telah melakukan pemesanan penginapan melalui aplikasi pemesanan online yang cukup dikenal.

“Saya ini korbannya. Pertama saya pesan lewat online ternama, tarifnya Rp100 ribu per malam, kemudian turun menjadi Rp50 ribu per malam. Banyak yang sudah pesan. Tapi begitu sampai di Sidrap, ternyata tempatnya tidak ada,” ungkapnya, Rabu, 1 Juli 2026.

Pengakuan serupa disampaikan Kiki, peserta kontingen Kota Makassar. Ia mengatakan penginapan yang dipesan bernama Wisma Deli Syahria, namun setelah dicari setibanya di Sidrap, lokasi tersebut tidak ditemukan.

“Wisma Deli Syahria namanya. Setiba di Sidrap, tidak ada tempatnya,” katanya.

Kasus ini diduga tidak hanya menimpa satu atau dua orang. Sejumlah peserta Porsenijar disebut mengalami kejadian serupa sehingga terpaksa mencari penginapan lain di tengah tingginya permintaan kamar selama pelaksanaan kegiatan.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya oknum yang memanfaatkan momentum kedatangan puluhan ribu peserta dan pendamping Porsenijar untuk menjalankan modus penipuan berkedok penyewaan penginapan secara online.

Para korban berharap aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan praktik tersebut agar tidak semakin banyak masyarakat yang dirugikan.

Selain itu, peserta diimbau untuk selalu memverifikasi alamat penginapan, memastikan nomor kontak dapat dihubungi, serta tidak mudah tergiur dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan tarif normal.

Masyarakat juga disarankan memesan penginapan melalui kanal resmi, meminta rekomendasi dari panitia, atau memastikan keberadaan lokasi terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.

Dengan tingginya mobilitas peserta selama Porsenijar berlangsung, kewaspadaan menjadi hal penting agar kegiatan dapat berjalan lancar tanpa diwarnai aksi penipuan yang merugikan para tamu dari berbagai daerah. (*)