Maret 11, 2026

Kopi Robusta Sidrap Siap Bersaing di Pasar Internasional ,Bupati  Sidrap Targetkan Eksport 10.000 Hektar

Screenshot_20250618-151117

Kepala Desa Cendrana, Kartoni SPdI, menjelaskan bahwa kopi robusta yang ditanam di tiga dusun dengan ketinggian berbeda menghasilkan cita rasa unik. Perbedaan ketinggian dan teknik sangrai menghasilkan variasi rasa dan aroma yang khas, tanpa campuran apapun. Kopi biji kering ini dihargai Rp 45.000 per liter atau sekitar Rp 53.000 per kilogram.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang turut meninjau lokasi panen, mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya. Ia menekankan pentingnya desain kemasan yang menarik untuk meningkatkan daya saing produk kopi Sidrap di pasaran. Lebih lanjut, Bupati menargetkan pengembangan lahan kopi seluas 10.000 hektar di beberapa desa, termasuk Tanah Toro, Lempangan, Kalempang, dan Betao.

Strategi pengembangan yang diterapkan adalah sistem tumpang sari, yang menggabungkan penanaman kopi dengan cengkeh (jangka panjang), jagung dan porang (jangka pendek). Semua komoditas ini diarahkan untuk memenuhi pasar ekspor. Tidak hanya kopi dan cengkeh, Bupati juga mengungkapkan rencana menanam durian musang king sebagai komoditas unggulan baru.

Dengan strategi jangka panjang dan komitmen pemerintah daerah, Sidrap bertekad menjadi salah satu sentra komoditas ekspor unggulan di Sulawesi Selatan, khususnya untuk sektor perkebunan rakyat. Panen perdana kopi robusta ini menjadi bukti nyata potensi besar Sidrap dalam memajukan perekonomian daerah melalui sektor pertanian.