Februari 11, 2026

Lantik Sejumlah Pejabat Baru: Kajati Sulsel Tegaskan Komitmen Integritas dan Reformasi Kejaksaan

IMG-20251031-WA0148

PELOPORNEWS.INFO,MAKASSAR — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, memimpin pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Jumat (31/10/2025).

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Wakil Kepala Kejati Sulsel yang baru dilantik, para Asisten, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sulawesi Selatan, Koordinator, rohaniawan, saksi dari Pemerintah Provinsi Sulsel, serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD).

Dalam sambutannya, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme, serta mempercepat reformasi kelembagaan Kejaksaan di wilayah Sulawesi Selatan.

“Selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Tugas yang diemban adalah amanah besar di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap penegakan hukum yang adil, transparan, dan berintegritas,” ujar Kajati Sulsel.

Arah Kebijakan dan Arahan Strategis

Dalam arahannya, Kajati Sulsel menyampaikan sejumlah penegasan:

Kepada Wakajati Sulsel, diharapkan menjadi mitra strategis dalam mengawal arah kebijakan, memperkuat koordinasi lintas bidang, dan menjaga stabilitas internal organisasi.
Kepada para Asisten (Asintel, Aspidsus, Aspidum, dan Asisten Pemulihan Aset) serta Koordinator, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas penanganan perkara, memperkuat intelijen penegakan hukum, dan memastikan setiap langkah berpijak pada prinsip hukum serta etika profesi.
Kepada para Kajari se-Sulawesi Selatan, Didik Farkhan mengingatkan bahwa mereka adalah wajah Kejaksaan di mata masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang hadir, mendengar, dan bertindak. Bangun Kejaksaan Negeri yang responsif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang bermartabat,” tegasnya.

Daftar Pejabat yang Dilantik

Pelantikan tersebut juga menandai rotasi sejumlah pejabat strategis di lingkungan Kejati Sulsel dan Kejari se-Sulawesi Selatan, di antaranya:

Andi Panca Sakti, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulawesi Tengah
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Makassar

Mulyadi, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Kabid Penerapan dan Pengembangan TI pada Pusdatin Kejagung
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Bone

Sinyo Redy Benny Ratag, S.H., M.H.

Jabatan Lama: Asisten Pembinaan Kejati Sulawesi Barat
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Palopo

Hadi Sukma Siregar, S.H., C.N.

Jabatan Lama: Koordinator Kejati Kalimantan Tengah
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng
Sinrang, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Pinrang
Harianto Pane, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Wajo
Sulta Donna Sitohang, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Merauke
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng
A. Fajar Anugrah Setiawan, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Kepala Bagian Tata Usaha Kejati Sulawesi Barat
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Enrekang
Jhon Ilef Malamassam, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Kepala Kejaksaan Negeri Fak-Fak
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Pangkajene Kepulauan
Dr. Muh. Asri Irwan, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Koordinator Kejati Jambi
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Selayar
Adhy Kusumo Wibowo, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Koordinator Kejati Maluku
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang
Muhandas Ulimen, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Koordinator Kejati Kalimantan Timur
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Luwu
Berthy Oktavianes Zakarias Huliselan, S.H., M.H.
Jabatan Lama: Koordinator Kejati Nusa Tenggara Timur
Jabatan Baru: Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur
Penegasan Akhir

Kajati Sulsel menutup arahannya dengan penekanan pentingnya kolaborasi dan pembaruan mindset aparatur Kejaksaan agar mampu menjawab dinamika penegakan hukum yang semakin kompleks.

“Reformasi Kejaksaan tidak boleh berhenti di tataran struktural, tapi harus hidup dalam karakter setiap insan Adhyaksa,” pungkasnya.