Maret 11, 2026

Ramadhan Muhasabah: Siapa Dalang di Balik Iblis? Penggoda Pertama yang Bikin Dia Jadi Pemberontak Abadi!

SGN_03_11_2026_1773191374841

Oleh: Sudarto (Dosen Universitas Negeri Makassar, Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan)

Bayangkan sejenak: makhluk sempurna diciptakan dari api, diberi kehormatan berlutut di hadapan Tuhan, tapi tiba-tiba memberontak dengan sombong. Siapa yang mendorong iblis berbuat jahat? Siapa yang menyulut api kebenciannya hingga melawan Sang Pencipta, Tuhan yang disembah dan ditaatinya selama penciptaannya? Pertanyaan ini bukan dongeng lama, tapi misteri abadi yang jawabannya tersembunyi di balik nafsu, iri hati, dan pilihan bebas. Iblis tak lahir jahat; ia didorong oleh kekuatan dalam dirinya sendiri : nafsu tak terkendali yang jadi penggoda pertama. Artikel ini kupas tuntas cerita itu, dari asal-usul pemberontakan iblis hingga pelajaran bagi manusia modern, agar manusia sadar sehingga tidak jadi korban godaan serupa selanjutnya, terutama di ramadhan ini.

Asal-Usul Iblis: Makhluk Mulia yang Terpeleset

Iblis, atau dikenal sebagai Iblis bin Bukht atau al-Shaytan, awalnya adalah jin bernama Azazil atau Iblis, diciptakan dari api tanpa asap. Ia bukan setan bawaan lahir; justru makhluk shaleh, taat ibadah ribuan tahun. Tuhan angkat derajatnya, jadikan ia pemimpin malaikat meski ia dari kalangan bangsa jin. Bayangkan: ia shalat, dzikir, bahkan ajari malaikat lagu-lagu puji syukur. Kehidupannya sempurna, seperti pegawai teladan yang dipromosikan terus.

Tapi ujian besar datang saat Tuhan ciptakan Adam AS dari tanah liat. Perintah sederhana: “Berlututlah (bersujudlah) kalian semua di hadapan Adam sebagai tanda hormat.” Malaikat taat seketika, tapi sang iblis menolak. “Aku lebih baik daripada dia! Engkau ciptakan aku dari api, Adam dari tanah: api lebih mulia!” Sombongnya meledak. Ini bukan Tuhan yang dorong ia; justru Tuhan beri kesempatan terakhir baginya. Siapa penggodanya Diri iblis sendiri: nafsu superioritasnya, iri buta pada ciptaan baru: Adam.

Cerita ini seperti karyawan senior iri pada junior pintar. Iblis lihat Adam punya potensi khalifah, penguasa bumi, sementara ia “hanya” malaikat. Nafsunya bisik: “Kau pantas nomor satu selamanya dong!” Penggoda pertama bukanlah malaikat jahat atau Tuhan; ia adalah nafsu iblis sendiri yang tak terkendali, akar segala dosa.

Penggoda Utama: Nafsu Iblis yang Tak Pernah Puas

Jadi, siapa yang menggoda iblis waktu itu? Jawabannya sederhana tapi mendalam: nafsunya sendiri. Dalam ajaran Islam, nafsu adalah musuh dalam selimut, bisikan halus yang ubah malaikat jadi setan. Iblis tak digoda eksternal; tak ada “iblis senior” yang suruh ia durhaka. Tuhan beri pilihan bebas, uji kesetiaan. Saat perintah sujud, nafsu iblis loncat: “Jangan tunduk pada tanah liat! Kau api suci dan lebih baik!”

Bayangkan seperti pengusaha sukses yang iri pada saingan barunya. Nafsu bilang: “Hancurkan dia!” Iblis pilih jalan itu, sumpah Tuhan: “Aku akan tunggu anak Adam di hari kebangkitan, goda mereka semua!” Penggoda ini tak kasat mata, tapi nyata: iri hati lahir dari membandingkan diri. Iblis anggap dirinya “lebih dekat pada Tuhan” karena umur ibadahnya panjang, lupa Tuhannya sehingga enggan memberi kehormatan baru pada Adam yang punya akal dan hati.

Pelajaran? Nafsu tak pilih korban: malaikat sekelas jin pun bisa kalah. Manusia hari ini sama: scroll Instagram, iri tetangga punya mobil baru, nafsu goda jadi pencuri. Siapa dalangnya? Diri sendiri. Iblis cuma contoh pertama; nafsu universal. Saat ramadhan para Setan diikat, tetapi nafsu tetap siap menggoda!

Melawan Tuhan: Bukan Dorongan, Tapi Pilihan Bodoh

Mengapa iblis melawan Tuhan? Bukan karena “didorong”; ia pilih sendiri kehancuran. Tuhan tak pernah paksakan dosa, Dia Maha Pengasih. Saat iblis tolak sujud, Tuhan tanya: “Apa yang halangi engkau? Wahai iblis” Jawab iblis: “Aku tak mau hinakan diri Tuhan!” Ini puncak kesombongan, dosa pertama makhluk di alam.

Cerita seperti bos baik yang suruh hormati karyawan baru, tapi senior nolak. Iblis anggap perintah Tuhan “merendahkan” dirinya. Padahal sujud tanda taat absolut, bukan sembah Adam. Penggoda? Hati iblis yang keras bagaikan batu, tak mau terima hikmah dari Tuhan: Adam punya ruh ilahi, potensi lebih tinggi. Iblis kalah bukan karena lemah, tapi bodoh tolak rahmat-Nya.

Di Al-Qur’an, Tuhan katakan: “Keluarlah dari surga, kamu terkutuk!” Iblis minta tempo: “Berilah aku waktu hingga hari kiamat.” Permintaan diterima. Dari situ, misi iblis: goda manusia agar ikut durhaka. Tapi ingat: iblis tak kuasa paksa; ia bisik doang. Siapa yang dorong ia bisik? Nafsu dendamnya yang tak padam.

Peran Manusia: Jangan Jadi Korban Penggoda yang Sama

Kini, hubungan iblis dan kita selamanya. Setelah diusir, iblis bersumpah: “Aku akan goda anak Adam dari depan, belakang, kanan, kiri kapan dan dimanapun!” Tujuannya? Bikin kita ulangi kesalahannya: sombong, iri, durhaka. Contoh: pemuda kuat di kota besar yang penuh hiruk-pikuk tolak shalat karena alasa “sibuk kerja” atau “macet”, nafsu iri pada rezeki orang lain, bisik iblis: “Tuhan tak adil!”

Siapa yang mendorong iblis berbuat jahat hari ini? Masih nafsunya, tapi kini lewat kita. Iblis goda nafsu kita agar kita lupa Tuhan, termasuk di ramadhan ini. Lingkaran setan (lingkaran iblis): nafsu goda iblis dulu, lalu iblis goda nafsu kita. Solusi? Kenali penggoda dalam diri kita: muhasabah malam hari, ingat cerita sang iblis yang legendaris ini. Shalat tepat waktu, seperti benteng. Baca Al-Qur’an: ayat-ayatnya racun bagi iblis dan setan.

Bayangkan hidup tanpa godaan: hidup damai bagai di surga. Tapi ujian nafsu buat kita lebih mulia dari iblis. Adam AS jatuh tergoda, tapi taubat, kembali mulia. Iblis tolak taubat, abadi terkutuk.

Bukti dari Sejarah: Nafsu Selalu Dalang Utama

Lihat zaman nabi-nabi: Firaun sombong seperti iblis, tolak Tuhan. Siapa goda? Nafsunya. Qarun iri harta, hancur. Manusia modern: koruptor, iri kekuasaan, nafsu dorong, iblis bisik. Sains pun bilang: otak kita punya pusat nafsu (amigdala), tapi prefrontal bisa kendalikan. Pilihan: ikut iblis atau ikut Tuhan?

Pelajaran Akhir: Kalahkan Penggoda, Raih Surga

Siapa yang mendorong iblis berbuat dosa dengan melawan Tuhan? Nafsunya sendiri, penggoda pertama yang ubah malaikat jadi musuh Tuhan. Tak ada dalang luar; semua dari hatinya sendiri. Iblis melawan karena bodoh tolak hikmah. Kita? Jangan ulangi kebodohan iblis. Sadar: setiap iri, amarah, sombong, itu nafsu goda. Lawan dengan taqwa, dzikir, dan silaturahmi.

Hidup di kota besar penuh godaan: macet goda kesabaran, harta goda pelit. Ingat iblis: pilihannya salah, kutukan pun abadi. Pilihan benar, surga pangku. Tuhan beri kita derajat lebih tinggi dari iblis: akal, hati, rahmat. Gunakanlah!

Mulai hari ini: periksa hati sebelum tidur. Siapa penggoda hari ini? Usir seperti Tuhan usir iblis. Kemenangan menanti, bukan kutukan. Ramadhan, jangan tergoda oleh nafsu sendiri.musuh abadi umat manusia. Banyak saudara kita tidak puasa di Ramadhan, itu karena tergoda oleh nafsunya sendiri.