Februari 22, 2026

Prodi THP UMS Rappang Siap Mengikuti Tantangan dari Tema Kuliah Umum Perdana Semester Genap 2024/2025.

PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP–Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang )siap mengikuti tantangan dari tema kuliah umum perdana semester genap 2024/2025, yaitu “Mengoptimalkan Peran Civitas Akademika dalam Pemberdayaan Masyarakat”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin, 3 Maret 2025, di Auditorium H. Zaini Razak, dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMS Rappang , Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si, Ketua LP3M, BPH, LPP dan seluruh civitas akademika UMS Rappang  serta seluruh mahasiswa secara luring (untuk semester 2), secara daring (untuk semester 4, 6, dan 8).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UMS Rappang , menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi civitas akademika dalam pemberdayaan masyarakat. “Kita harus mengoptimalkan peran kita sebagai civitas akademika dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga kita dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Dr. Ir. H. Muhammad Rais Rahmat Razak, M.Si. Beliau juga menekankan bahwa UMS Rappang  memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.

Ketua LP3M UMS Rappang , Dr.Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si. Beliau menyampaikan bahwa :
1. Merencanakan solusi hingga mencapai terselesaikannya sebuah masalah.
2. Masyarakat yang sulit mencapai akses (antisipasi pembangunan).
3. Proses meningkatkan produktivitas individu maupun kelompok dengan cara menyelesaikan permasalahan melalui solusi yang telah dipilih/direncanakan.
4. Program kemiskinan (menghindari kata proyek, menghindari kemungkinan tentang uang dan materi, melewati tahap yang panjang dalam mendapatkan sebuah dana, harus ada relawan di lokasi) masyarakat terbiasa menerima dana.
5. Mecari relawan dan mengetahui cara mengolah kata sehingga masyarakat tertarik untuk menjadi relawan lainya.
6. Bagaimana proses yang dilaksanakan bisa mengalami keberlanjutan. Tutor menarik relawan dengan berbicara tentang kepentingan masyarakat keuntungan dibantunya dan manfaat yang di dapat masyarakat.

Adapun manfaat pemberdayaan masyarakat yaitu untuk peningkatan kapasitas masyarakat, partisipasi aktif masyarakat, masyarakat mampu mengontrol atas sumber daya, masyarakat memiliki kemandirian. Menjadikan masyarakat sebagai subjek yang mampu menyelesaikan dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Tutor dilakukan dengan (1) melakukan workshop (pelatihan); (2) pengembangan KKN dengan bantuan Masyarakat (agar masyarakat mandiri dalam melakukan program); (3) kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan akademisi; (4) melakukan konsultasi (mahasiswa dosen dll. Yang tinggal atau berdomisili di Lokasi); (5) melakukan pendekatan berbasis praktik (bagaimana masyarakat menyaksikan partisipasi, nilai-nilai luhur serta kejujuran kebersamaan individu).

Metode yang bisa dilakukan yaitu : (1) kajian kepemimpinan; (2) kajian mata pencarian; (3) kajian lembaga pengambilan Keputusan; (4) kajian Kesehatan. Dengan metode tersebut memberikan pembelajaran kepada masyarakat akan sebuah kepentingan.

Dengan kuliah umum ini, diharapkan civitas akademika UMS Rappang dan seluruh mahasiswa dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian masyarakat. Proses ini melibatkan perencanaan solusi untuk menyelesaikan masalah, mengidentifikasi masyarakat yang sulit mencapai akses, dan meningkatkan produktivitas individu dan kelompok. Strategi pemberdayaan masyarakat meliputi workshop, pelatihan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi, serta konsultasi dan pendekatan berbasis praktik. Dalam proses ini, perlu memperhatikan nilai-nilai seperti kesadaran, kejujuran, dan kebersamaan individu.