Februari 21, 2026

Tim PPK Ormawa UMS Rappang Matangkan Program Desa Wirausaha, Bidik Dua Desa di Pinrang

Screenshot_20260221-212301

PELOPORNEWS.INFO, SIDRAP — Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang menggelar rapat persiapan penyusunan subproposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Sabtu (21/2/2026).
Rapat yang berlangsung secara hybrid, daring dan luring, itu digelar di Ruang Rapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta dihadiri dosen pembimbing Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom.bersama 15 mahasiswa anggota tim, yaitu Muh. Rizal, Muhammad Fahrul, Muhammad Harlang, Nasrullah Idris, Akbar Fajri, Muh. Yadi Aldiansyah, Ahmad Nabil Ramadhan Naharuddin, Nurhalisa, Imey Dwi Rosinta, Muthmaina, Alya M., Nurul Ramadani Putri Risda, Nurhidayah, Nur Fitri, dan Amaliah Ramadhani.
Dalam pertemuan tersebut, tim membahas pembagian tugas (job desk) sebagai langkah awal penyusunan subproposal. Pembagian peran dilakukan untuk memastikan setiap anggota memiliki tanggung jawab yang jelas dalam proses perencanaan program.
Pada sesi pembahasan utama, tim menegaskan bahwa desa yang akan menjadi lokasi kegiatan harus memenuhi kriteria sebagai desa tertinggal sesuai ketentuan pemerintah dalam skema PPK Ormawa. Penetapan kriteria itu dinilai penting agar program yang dirancang tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil diskusi, tim menetapkan dua desa di Kabupaten Pinrang sebagai lokasi observasi awal, yakni Desa Bakaru dan Desa Letta. Keduanya akan dikaji lebih lanjut melalui observasi lapangan sebelum ditentukan satu desa sebagai lokasi implementasi program.
Selain penentuan lokus, rapat juga menyepakati fokus program yang akan diusung, yakni pengembangan Desa Wirausaha. Program tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat desa.
Dalam arahannya, Wildan menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, sekaligus keseriusan tim dalam merancang program.
“Usahakan memilih lokasi kegiatan yang aman dan memiliki potensi risiko bencana atau kecelakaan yang rendah, karena keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama. Selain itu, saya berharap mahasiswa bersungguh-sungguh dalam merancang kegiatan ini agar ilmu yang didapatkan benar-benar maksimal. Belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi bisa di mana saja,” ujarnya.
Melalui persiapan tersebut, tim PPK Ormawa Prodi Bisnis Digital diharapkan mampu menyusun program yang kompetitif pada seleksi tingkat nasional serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa sasaran.