Produksi Pertanian Meningkat, Sidrap Masuk Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Teratas di Sulsel
PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyampaikan bahwa peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sidrap tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Dalam keterangannya, Syaharuddin Alrif saat kunjungannya di desa Bila Riase Selasa 13 Januari 2026.menyebutkan bahwa dalam satu tahun terakhir, Sidrap berhasil masuk sebagai salah satu kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Pertumbuhan ini terjadi karena pemerintah daerah terus mendorong ekonomi kerakyatan. Semua masyarakat dilibatkan, Masyarakat yang bekerja, masyarakat yang memproduksi, maupun yang Menjual Ini pertumbuhan yang merata,” ujar Syaharuddin.
Berdasarkan data, Sidrap mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup tinggi. Pada kuartal pertama mencapai 13 persen, kuartal kedua 9 persen, dan kuartal ketiga 8,2 persen. Sementara perhitungan pertumbuhan ekonomi tahunan biasanya dirilis pada Februari hingga Maret.
Bupati menambahkan, jika dihitung dari kuartal pertama hingga ketiga, pertumbuhan ekonomi Sidrap berada di kisaran 7 sampai 8 persen. Angka ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto agar pertumbuhan ekonomi daerah bisa mencapai 8 persen.
“Secara nasional pertumbuhan ekonomi berada di angka 5 sampai 6 persen, Sulawesi Selatan juga di kisaran 5 sampai 6 persen. Sidrap bisa berada di atas itu,” jelasnya.
Di sektor pertanian, Sidrap memiliki sekitar 52 ribu hektare lahan sawah dan tadah hujan Produksi padi terus meningkat, yang sebelumnya hanya menghasilkan sekitar 6 hingga 7 ton per hektare, kini naik menjadi 10 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 12 ton per hektare.
Selain produksi, harga gabah juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya sekitar Rp5.000 per kilogram menjadi Rp6.800 per kilogram.
Syaharuddin menegaskan bahwa Sidrap dikenal sebagai lumbung pangan Indonesia timur, sekaligus lumbung telur nasional. Peningkatan ini, kata dia, terjadi setelah pemerintah daerah memaksimalkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian.
“Kami koordinasi dengan Menteri Pertanian, suplai pupuk lancar, harga gabah dijaga, sehingga produksi ikut naik,” tutupnya





