April 17, 2026

Dipimpin Syaharuddin Alrif, Ribuan Kader NasDem Sulsel Demo Kecam Pemberitaan & Sampul Tempo  

SGN_04_17_2026_1776380802319

MAKASSAR PELOPORNEWS, Kamis 16 April 2026 – Suasana di kawasan Monumen Mandala memanas penuh semangat. Ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem se-Sulawesi Selatan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPW NasDem Sulsel, H. Syaharuddin Alrif, sebagai bentuk protes keras terhadap pemberitaan dan sampul majalah Tempo edisi 12 April 2026.

 

Massa yang mengenakan atribut biru kompak ini datang dari seluruh 24 kabupaten/kota di Sulsel. Mereka berkumpul untuk menyuarakan kekecewaan mendalam atas narasi berita bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang menyinggung isu dugaan akuisisi partai, serta penampilan karikatur pada sampul majalah yang dinilai tidak pantas dan tidak etis.

 

“NasDem Bukan Perusahaan, Jangan Diperlakukan Seperti Barang Dagangan”

 

Dalam orasinya yang tegas dan berapi-api, Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kritik boleh disampaikan, namun tidak boleh melebihi batas dan memutarbalikkan fakta.

 

“Mengkritik boleh, memberikan masukan boleh. Tapi kalau sudah masuk pada wilayah yang ‘menjudge’ NasDem ini diakuisisi, NasDem ini mau dijual, itu tidak boleh. NasDem bukan perusahaan, ini adalah wadah perjuangan ideologi,” ujar Syaharuddin di hadapan massa.

 

Ia juga menyoroti sampul majalah yang menampilkan gambar Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, yang dinilai kurang pantas dan terkesan melecehkan. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk pemberitaan yang tidak objektif dan cenderung berniat menjatuhkan citra partai serta tokohnya.

 

Tuntutan Jelas: Minta Maaf dan Klarifikasi

 

Massa membawa berbagai spanduk dan poster dengan tulisan-tulisan tajam, antara lain:

 

– “KECAM PEMBERITAAN YANG TIDAK BERETIKA”

– “TEMPO HARGAI NILAI JURNALISTIK YANG BENAR”

– “NASDEM TEGAK, TEGAS, DAN BERKARYA”

 

Aksi ini juga merupakan bagian dari gerakan serentak nasional yang dilakukan oleh seluruh kader NasDem di Indonesia. Tuntutan utama mereka sangat jelas: meminta Majalah Tempo meminta maaf secara terbuka dan melakukan klarifikasi atas pemberitaan yang dinilai menyesatkan tersebut.

 

Meskipun berlangsung dengan penuh semangat, seluruh rangkaian aksi berjalan tertib, damai, dan teratur di bawah pengawalan aparat keamanan.