“Bersatu dalam Keragaman” – Gubernur Sulbar Gelar Kunker & Safari Ramadhan di Mamuju Tengah, Sampaikan 4 Pilar Kemajuan Daerah
PELOPORNEWS
Mamuju Tengah, Senin (23/2/2026) – Dengan semboyan “Bumi Lalla Tassisara” yang berarti Bersatu dalam Perbedaan, Kabupaten Mamuju Tengah menyambut hangat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka dalam kunjungan kerja (Kunker) sekaligus Safari Ramadhan yang padat program.

Rangkaian kegiatan yang penuh makna ini tidak hanya menghadirkan kehangatan silaturahmi, tetapi juga langkah konkret pembangunan – mulai dari menghadiri sosialisasi Petunjuk Teknis (JUKNIS) Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Desa TPPD, meresmikan gedung kantor UPTD Pelayanan Pajak, hingga membagikan sembako dan buka puasa bersama di Masjid Arsal Aras. Kegiatan ditutup dengan Salat Tarawih di Masjid Agung Nurul Hidayah yang dipimpin oleh Dr. H. M. Yanas, DM.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan pembangunan dan kebangsaan sambil meningkatkan amaliah ibadah di bulan suci,” tegas Gubernur Suhardi Duka.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan empat pilar utama yang menjadi kunci keberlanjutan dan kemajuan daerah maupun negara:
1. Kasih sayang pemimpin terhadap rakyat – Diwujudkan melalui kebijakan nyata seperti pembangunan sekolah, beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, dan perluasan akses pendidikan serta layanan kesehatan yang merata. “Bukan hanya masyarakat mampu yang berhak mendapatkan pendidikan layak, tapi juga mereka yang kurang mampu,” tegasnya.
2. Peran strategis ulama – Hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah menjadi benteng menjaga moral sosial dan mencegah persoalan seperti penyalahgunaan narkoba di kalangan muda.
3. Kepedulian sosial kalangan mampu – Zakat, sedekah, dan kepatuhan membayar pajak menjadi kunci menjaga keseimbangan sosial antara kaya dan kurang mampu. “Harmoni lahir ketika kesejahteraan bisa dirasakan bersama,” ucapnya.
4. Tegaknya keadilan dan supremasi hukum – Penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu menjadi fondasi kepastian dan keamanan masyarakat.
Meski menghadapi efisiensi anggaran, pemerintah tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan bertahap dengan penempatan anggaran yang tepat sasaran. Gubernur juga mengungkapkan optimisme terhadap prospek komoditas utama Mamuju Tengah, kelapa sawit – diperkirakan harga akan stabil di kisaran Rp2.500 hingga Rp3.500 per kilogram dalam 10 tahun ke depan, seiring dengan pembukaan kembali akses ekspor melalui diplomasi ekonomi pusat.
“Kita harus menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen agar stabilitas harga tetap terjaga,” tutupnya.





