November 5, 2026

Dosen UMS Rappang Ikuti Workshop di Taiwan, Muhammad Aksan Belajar Regulasi hingga Agroindustri

Screenshot_20261105-092702

PELOPORNEWS.CHIAYI, TAIWAN – Muhammad Aksan, S.Pd., S.P., M.Sc., Dosen Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) yang saat ini menjalani pendidikan sebagai mahasiswa internasional National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan, mengikuti 2026 Overseas Student Workshop yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Taiwan (Ministry of Education/MOE).
Kegiatan yang berlangsung di International Conference Hall, Lantan Campus, National Chiayi University (NCYU), Chiayi, Taiwan pada Jumat (30/10/2026) tersebut diikuti mahasiswa internasional dari berbagai perguruan tinggi. Seluruh biaya kegiatan ditanggung pemerintah Taiwan melalui Kementerian Pendidikan sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan dan perlindungan mahasiswa asing.
Workshop tahunan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk memperoleh informasi langsung mengenai kebijakan pemerintah Taiwan. Sejumlah instansi pemerintah pusat turut hadir memberikan edukasi, pendampingan, sekaligus membuka ruang konsultasi terkait kehidupan mahasiswa asing di Taiwan.
Aksan bersama mahasiswa internasional lainnya dari NPUST berangkat menuju lokasi kegiatan sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Setibanya di National Chiayi University, peserta mengikuti registrasi yang dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan dari perwakilan Kementerian Pendidikan Taiwan serta Office of Network for International Student Advisors (NISA).
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan edukasi mengenai sejumlah isu penting, di antaranya bahaya narkoba melalui tema The True Face of Drugs and Drug Prevention. Materi lainnya membahas pencegahan perdagangan manusia dan kerja paksa melalui sesi Identifying Risks of Human Trafficking and Forced Labor.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai aturan keimigrasian, ketentuan bekerja bagi mahasiswa asing, kesempatan magang di luar kampus, asuransi kesehatan, serta hak dan kewajiban mahasiswa internasional selama berada di Taiwan.
Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah sesi diskusi dan tanya jawab bersama perwakilan instansi pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan berbagai pertanyaan dan berkonsultasi langsung mengenai persoalan akademik maupun kehidupan sosial di Taiwan.
Saat dihubungi, Kamis, (05/11/2026) Aksan mengatakan, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi mahasiswa internasional. Sebab, selain membutuhkan dukungan akademik, mahasiswa asing juga perlu memahami regulasi dan memperoleh informasi mengenai perlindungan selama tinggal di negara tujuan pendidikan.
Kehadiran berbagai perwakilan instansi pemerintah dalam satu forum, kata dia, memudahkan mahasiswa mendapatkan informasi resmi sekaligus memperjelas berbagai ketentuan yang harus dipatuhi selama menjalani pendidikan di Taiwan.
Setelah rangkaian diskusi dan kegiatan kelompok, peserta mengikuti makan siang bersama sebelum melanjutkan agenda kunjungan edukatif (field trip) ke Minxiong Kumquat Factory di wilayah Minxiong, Kabupaten Chiayi.
Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan pengolahan buah kumquat atau jeruk kecil khas yang memiliki cita rasa asam dan aroma tersendiri. Komoditas pertanian tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi melalui inovasi dan diversifikasi produk.
Peserta juga berkesempatan menyaksikan demonstrasi pembuatan selai kumquat (kumquat jam) secara langsung. Mereka tidak hanya melihat tahapan pengolahannya, tetapi juga mencicipi sejumlah produk olahan yang dihasilkan pabrik tersebut.
Bagi Aksan yang memiliki latar belakang akademik di bidang pertanian, kunjungan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Dia dapat melihat secara langsung bagaimana komoditas pertanian lokal dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui inovasi pengolahan, hilirisasi, hingga konsep wisata edukasi.
Kegiatan ini juga menjadi ajang interaksi lintas budaya. Peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan negara berkesempatan memperluas jaringan pertemanan serta bertukar pengalaman selama menempuh pendidikan di Taiwan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada sore hari. Rombongan kemudian kembali menuju National Pingtung University of Science and Technology (NPUST).
Keikutsertaan Muhammad Aksan dalam
“ Tentu kegiatan ini menjadi pengalaman berharga selama menjalani pendidikan di Taiwan. Selain memperoleh pemahaman mengenai kebijakan dan perlindungan mahasiswa internasional, kami juga mendapatkan wawasan praktis tentang pengembangan agroindustri serta pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara” katanya.
Melalui program ini, Kementerian Pendidikan Taiwan menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah bagi mahasiswa internasional. Dukungan tersebut diharapkan membantu mahasiswa asing beradaptasi, memahami aturan yang berlaku, serta menjalani kehidupan akademik dan sosial di Taiwan dengan lebih baik.