Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa THP UMS Rappang Hadirkan Inovasi Baru,Pisang Kepok untuk Bahan Tempe Menunjang Nutrisi dan Cita Rasa
PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP–Dalam upaya meningkatkan nilai gizi dan cita rasa tempe, salah satu dosen THP berkolaborasi dengan mahasiswa berhasil mengembangkan inovasi baru dengan menambahkan pisang kepok ke dalam proses pembuatan tempe. Inovasi ini tidak hanya memberikan sentuhan kreatif pada makanan tradisional Indonesia, tetapi juga meningkatkan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Tempe, yang terbuat dari fermentasi kedelai, telah lama dikenal sebagai sumber protein nabati yang tinggi. Namun, dengan penambahan pisang kepok, tempe kini memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih lengkap. Pisang kepok dipilih karena teksturnya yang padat dan rasanya yang manis, sehingga mampu menyeimbangkan cita rasa gurih tempe.
“Selain meningkatkan nutrisi, tempe dengan pisang kepok juga memiliki aroma yang lebih harum dan tekstur yang unik,” jelas Rukmelia, salah satu dosen THP.
Proses pembuatan tempe dengan pisang kepok relatif sederhana. Pisang kepok yang telah matang dihaluskan dan dicampurkan ke dalam kedelai sebelum proses fermentasi dimulai. Campuran ini kemudian dibungkus dan didiamkan selama 24-48 jam hingga tempe siap dipasarkan.
“Tempe ini enak dan berbeda dari yang biasa saya makan. Ada sedikit rasa manis dari pisang, tapi tidak mengganggu cita rasa asli tempe,” ujar salah satu mahasiswa THP.
Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri tempe di Indonesia, sekaligus memperkenalkan tempe sebagai makanan sehat dan bergizi ke pasar global. Selain itu, penambahan pisang kepok juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai ekonomis pisang yang selama ini kurang dimanfaatkan.
“Kami berharap tempe dengan pisang kepok ini bisa diterima luas oleh masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Ini adalah bukti bahwa makanan tradisional bisa terus berkembang dan berinovasi,” tambah Rukmelia.
Dengan adanya inovasi ini, tempe tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga simbol kreativitas dan kekayaan kuliner Indonesia yang terus berkembang.




