Januari 20, 2026

Manajemen Model dan Pendamping Peserta Soroti Ketidakprofesionalan Panitia Adventure Culture Pinrang International

IMG-20251102-WA0131

PELOPORNEWS.INFO,Pinrang – Sejumlah pendamping peserta dan manajemen model melayangkan kritik tajam terhadap pelaksanaan ajang Adventure Culture Pinrang International Folklore and Festival, khususnya pada rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Budaya Internasional yang digelar di Lasinrang Park, Selasa malam (25/11/2025).

Acara yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan seperti Pinrang, Sidrap, Parepare, Barru, dan Wajo itu disebut sarat kejanggalan dalam proses penilaian hingga pengumuman pemenang.

Salah satu pendamping peserta menyoroti kepulangan juri sebelum pengumuman pemenang.

“Masa jurinya pulang sebelum pengumuman juara? Siapa yang tentukan itu juaranya?” ujarnya dengan nada heran.

Juri disebut meninggalkan lokasi setelah seluruh peserta tampil tanpa adanya proses penghitungan dan perembukan nilai di tempat. Hal itu memunculkan pertanyaan besar, lantaran berita acara penilaian juri juga tidak disampaikan secara terbuka kepada peserta maupun penonton.

Selain persoalan penilaian, panitia dinilai tidak konsisten dalam menjalankan mekanisme acara sejak technical meeting hingga penyerahan hadiah.

“Dari awal panitia tidak konsisten, apa yang disampaikan banyak berubah-ubah dan tidak sesuai dengan pelaksanaannya,” keluh salah satu orang tua peserta.

Mereka juga memprotes teknis penerimaan hadiah yang dinilai tidak pantas.

“Piala dibagikan begitu saja di kursi masing-masing, sertifikat hanya dikirim PDF, dan salempang malah disuruh ambil sendiri di meja panitia,” ungkap seorang pendamping peserta.

Tak berhenti di situ, biaya pendaftaran yang berkisar Rp350.000 – Rp500.000 per peserta dianggap tidak sesuai dengan benefit yang diterima, bahkan ada pemenang yang tidak mendapatkan piala.

“Untuk acara bertaraf internasional, pelayanan seperti ini justru mempermalukan daerah,” tegas salah satu pihak manajemen.

Pasalnya di technical meeting sebelumnya di sampaikan bahwa semua peserta dapat apresiasi Selempang dan trofi  tapi itu tidak diberikan juga,ungkap umi salah satu pendamping

Menanggapi sorotan tersebut, Enal, Koordinator Kegiatan yang dihubungi  media ini lewat sambungan telepon seluler,kamis 27/11/2025,memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi

Ia menegaskan penilaian dilakukan berdasarkan tema “Wastra”, dan tidak ada unsur keberpihakan.

“Tidak ada nepotisme. Jurinya dari Makassar, ada juga dari Malaysia serta ketua Dekranasda Pinrang,” kata Enal.

Terkait juri yang meninggalkan lokasi, ia menyebut berita acara penilaian telah diserahkan kepada panitia sebelum juri pulang.

Enal juga menjelaskan bahwa pemenang tidak dipanggil ke panggung karena sebagian peserta sudah pulang, sementara informasi penyerahan hadiah esok hari sudah diumumkan sebelumnya.

“Pengumuman sudah disampaikan bahwa penyerahan hadiah dilaksanakan saat penutupan berlangsung,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa piala dan uang pembinaan untuk pemenang 1,2 dan 3 kami sudah sediakan.ujar enal dalam sambungan telepon

Ajang yang sedianya menjadi promosi budaya dan pariwisata daerah ini diharapkan dapat dievaluasi secara menyeluruh agar tetap menjadi representasi positif bagi Pinrang di mata nasional dan internasional.