Maret 5, 2026

Momen Haru HPN 2026: Langkah Nyata Satria dan IJS Mateng Menembus Gubuk Reyot di Desa Kuo  

SGN_02_09_2026_1770617900289

MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS – Di saat gemerlap perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 berlangsung megah di berbagai penjuru negeri, sebuah aksi kemanusiaan yang menggetarkan hati justru terjadi di pelosok Dusun Kampung Baru, Desa Kuo. Tanpa seremoni mewah, Satria, sosok muda yang menjabat sebagai Sekretaris Umum DPW IJS Mamuju Tengah sekaligus Korwil Sulbar Media Pelopornews, turun langsung menembus batas kemiskinan ekstrem untuk menyalurkan harapan.

 

Senin (9/2/2026), Satria menjadi ujung tombak aksi kepedulian Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS). Ia mendatangi gubuk reyot milik Arif Usman (58), seorang bapak yang bertahun-tahun berjuang menghidupi dua anaknya sendirian setelah kepergian sang istri. Di rumah yang nyaris rubuh dan tak layak huni itu, Satria menyerahkan bantuan tunai sebagai bentuk nyata bahwa pers tidak hanya hadir untuk menulis, tapi juga untuk merangkul.

Satria: Simbol Pers yang Berempati

Aksi Satria ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan panggilan jiwa. Penyerahan bantuan sebesar Rp 1,1 juta tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi Satria melampaui tugas jurnalistiknya.

 

“Pers harus memiliki mata untuk melihat penderitaan dan hati untuk bergerak. Hari ini, kami di IJS ingin memastikan bahwa tema ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’ bukan sekadar slogan, tapi dirasakan langsung oleh mereka yang terlupakan,” ungkap Satria dengan nada rendah penuh empati saat menyerahkan bantuan.

 

Apresiasi dan Harapan

Ketua Umum DPW IJS Mamuju Tengah, Sirajuddin, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif anggotanya dan gerakan cepat yang dikomandoi oleh Satria. Menurutnya, meskipun IJS Mateng tidak hadir di perayaan pusat di Banten, kehadiran mereka di tengah keluarga Arif Usman jauh lebih bermakna.

 

Senada dengan itu, Kepala Dusun Kampung Baru, Agus Budiarto, mengaku sangat tersentuh dengan kehadiran Satria dan tim jurnalis. “Apa yang dilakukan Satria dan rekan-rekan IJS adalah inspirasi. Ini adalah bukti bahwa wartawan punya solidaritas sosial yang luar biasa tinggi,” tuturnya.

 

Bagi Arif Usman, kehadiran Satria hari itu adalah secercah cahaya di tengah kegelapan ekonomi yang ia alami. “Terima kasih Pak Satria, terima kasih IJS. Bantuan ini sangat berarti untuk kelangsungan hidup anak-anak saya,” ucap Arif dengan mata berkaca-kaca.

 

Pers Lebih dari Sekadar Berita

Langkah nyata yang dilakukan Satria mempertegas jati diri jurnalis masa kini: tajam dalam pemberitaan, namun lembut dalam kepedulian sosial. Melalui aksi ini, popularitas Satria sebagai tokoh muda jurnalis yang peduli kemanusiaan kian bersinar di Bumi Manakarra, membuktikan bahwa dedikasi kepada masyarakat adalah kasta tertinggi dari profesi jurnalis. (Redaksi)