Februari 15, 2026

TRAGEDI WISMA SIDRAP: DUKA DAN PENYESALAN DI BALIK KAMAR BERDARAH  

SGN_09_17_2025_1758073022180

SIDRAP, PELOPORNEWS – Jagat maya digemparkan oleh kisah tragis yang berujung maut di sebuah wisma di Sidrap beberapa waktu lalu. Postingan yang viral di Facebook mengungkap sisi kelam di balik pembunuhan MKP (inisial korban), seorang wanita yang ditemukan tewas bersimbah darah di Wisma Grand Dua Pitue. Bukan hanya sekadar tindak kriminal, tragedi ini adalah cermin buram kehidupan yang keras, kemiskinan yang menghimpit, dan pilihan pahit yang berujung penyesalan abadi.

 

Pengakuan Suami yang Penuh Air Mata

 

Adnan (37), suami korban, dengan suara bergetar dan air mata yang tak henti mengalir, menceritakan kisah pilu rumah tangganya kepada penyidik Polres Sidrap. Pengakuannya, yang bocor dan menjadi viral di media sosial, mengungkap bahwa MKP terpaksa menjalani profesi “open booking” (BO) demi menyambung hidup.

 

“Dia selalu bilang, ‘Kalau bukan begini, kita makan apa?’ Saya sudah sering larang, bahkan keluarganya juga melarang,” ujar Adnan, seperti yang dikutip dari berbagai postingan yang mengatasnamakan sumber dari kepolisian.

 

Namun, larangan Adnan justru berujung pertengkaran. MKP bahkan mengancam cerai jika terus ditekan. Kondisi ekonomi yang sulit memaksa Adnan untuk mengalah, meski hatinya hancur melihat istrinya menempuh jalan berbahaya itu.

 

Terhimpit Utang dan Janji Pelunasan

 

Fakta lain yang terungkap adalah pasangan ini sudah tiga bulan tinggal di wisma tersebut. Mereka menempati kamar “strategis” dengan tarif Rp250 ribu per hari. Ironisnya, MKP memiliki utang hingga Rp3 juta kepada pemilik wisma. Ia berjanji akan melunasinya jika “tamu” yang datang cukup banyak.

 

“Kami sudah benar-benar terhimpit. Kebutuhan makan, sewa kamar, semuanya jadi beban. Saya tidak sanggup. Itu alasan dia tetap jalani pekerjaan itu, meski saya menentang,” kata Adnan, seperti yang banyak dikutip dari status Facebook yang beredar.

 

Malam yang Mencekam

 

Di malam nahas itu, Adnan sebenarnya berada di sekitar wisma. Ia mendengar suara gaduh dari kamar istrinya, namun terlambat untuk menyelamatkannya. MKP ditemukan tewas bersimbah darah.

 

“Saya masih sempat coba ketuk pintu, tapi dia sudah pergi. Itu pemandangan yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ucap Adnan, menggambarkan penyesalan mendalam yang tak terobati.

 

Lebih dari Sekadar Kriminal

 

Tragedi Wisma Dua Pitue bukan hanya tentang pembunuhan, tetapi juga tentang kemiskinan, pilihan terpaksa, dan stigma yang harus ditanggung seorang perempuan. Kisah ini menjadi viral di Facebook, memicu perdebatan tentang masalah sosial yang kompleks dan mendalam.

 

Adnan kini hanya bisa menyesali. Namun, di balik semua itu, ia tetap mencintai istrinya. “Dia tetap istri saya, meskipun banyak salahnya. Saya tidak sanggup melihat dia pergi dengan cara seperti itu,” ucapnya dengan air mata yang terus mengalir.

 

Reaksi Netizen

 

Kisah ini memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang menyatakan simpati kepada Adnan dan MKP, namun tak sedikit pula yang menghujat tindakan korban. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa hidup ini keras, dan kadang pilihan yang kita ambil membawa kita pada ujung yang tragis.

 

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua. 😔

Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan narasi yang diberikan dan bertujuan untuk tujuan dramatisasi serta eksplorasi tema sosial yang mendalam. Nama, lokasi, dan detail kejadian mungkin telah disesuaikan untuk keperluan penceritaan, tanpa mengurangi esensi dari tragedi yang diangkat. Pembaca diharapkan untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi.