Februari 10, 2026

Kolaborasi Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Rappang Laksanakan Pemberdayaan Wanita Tani di Desa Karang Enrekang

IMG-20251106-WA0324

PELOPORNEWS.INFO,Enrekang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Fakultas Ekonomi bisnis berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Kesehatan melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Potensi Pangan Lokal: Pemberdayaan Wanita Tani dalam Pengolahan Dangke Menjadi Produk Bernilai Ekonomi dan Bergizi” di Desa Karrang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang,17/Oktober/2025 lalu.

Kegiatan ini didanai oleh Kementrian pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi, direktorat Riset Teknologi dan pengabdian masyarakat yang dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian, Rahman Yakub, S.T., M.Ap., dan dihadiri oleh kader dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Setia Mekar, serta Kepala Desa Karrang bersama aparat desa.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan desa melalui inovasi pengolahan pangan lokal berbasis susu sapi perah khas Enrekang, yaitu dangke, menjadi produk baru nugget dangke yang memiliki nilai gizi tinggi dan daya jual yang lebih baik.

Dalam kegiatan ini, para peserta diberikan pelatihan langsung mengenai teknik pengolahan, pengemasan higienis, serta strategi pemasaran berbasis digital melalui media sosial dan e-commerce. Melalui pendekatan partisipatif,

Momentum ini juga memperkenalkan konsep technopreneurship desa agar kelompok wanita tani mampu bersaing di era ekonomi digital.
Ketua Tim Pengabdian, Rahman Yakub, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal yang berkelanjutan.

“Kepala Desa Karrang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini yang dinilai mampu membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan warga melalui inovasi produk lokal. Setelah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, KWT Setia Mekar kini telah berhasil memproduksi nugget dangke secara mandiri dan memasarkan produknya secara daring.

Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa melalui inovasi, teknologi, dan kewirausahaan berbasis pangan bergizi.