April 30, 2026

Kopi Hitam dan Harapan: Wakil Rakyat Dengar Aspirasi Adat Korololama

Morowali Utara Pelopornews – Di Desa Korololama, Morowali Utara, Jumat 9/5/2025, tercipta suasana hangat nan mengharukan. Anggota DPRD Morowali Utara, Arman Purnama Marunduh (AMPUH) dari Partai Gerindra, duduk bersimpuh di tengah para tetua adat, ditemani secangkir kopi hitam dan pisang goreng. Bukan pertemuan biasa, ini adalah “Ampuh Mendengar”— sebuah dialog antara wakil rakyat dan jantung budaya Witamori.

 

Pertemuan ini dipicu oleh rancangan Perda Penguatan Kelembagaan Adat dan Budaya Witamori. Dengan penuh perhatian, AMPUH mencatat setiap harapan dan kekhawatiran yang disampaikan para tokoh adat. Mereka ingin hukum adat tetap lestari, lembaga adat diperkuat, dan budaya mereka tetap hidup di tengah modernisasi. “Agar anak cucu kita tahu jati diri,” ungkap seorang tetua adat dengan suara bergetar.

 

AMPUH, dengan komitmen yang kuat, menegaskan bahwa Perda ini harus benar-benar merepresentasikan suara masyarakat adat. Ia berjanji memperjuangkan insentif bagi lembaga adat, penguatan peran mereka dalam menjaga wilayah adat, dan pengakuan bahasa Mori sebagai muatan lokal di sekolah. “Kita tak boleh kehilangan jati diri!” serunya penuh semangat.

 

Sebagai bukti nyata, AMPUH berjanji akan mendorong pembangunan rumah adat di Korololama melalui pokok-pokok pikirannya. Rumah adat ini akan menjadi simbol kebanggaan dan pusat kegiatan budaya desa.

 

Di tengah kesederhanaan ruang tamu itu, terdengar gema kuat dari suara adat dan budaya Witamori. Harapan besar terpancar, bahwa warisan leluhur akan tetap lestari, selama masih ada yang mau mendengar dan memperjuangkannya. Ini bukan sekadar pertemuan, melainkan sebuah janji untuk masa depan. (*)