April 19, 2026

Sekda Mamuju Tengah: Keterbatasan Anggaran Bukan Penghalang Keberlanjutan Pembangunan  

SGN_02_11_2026_1770807601248

MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mamuju Tengah, Dr. Litha Febriani, menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya roda pembangunan di daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Budong-Budong di halaman Kantor Camat Budong-Budong, Rabu (11/02/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Mamuju Tengah, Hj. Nirmalasari Aras, Wakil Ketua I DPRD, pimpinan OPD, Camat Budong-Budong, serta perwakilan TNI/Polri. Hadir pula para Kepala Desa se-Kecamatan Budong-Budong, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keterwakilan pemuda dan perempuan.

Dalam sambutannya, Litha Febriani menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai wadah aspirasi untuk melahirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap program yang diusulkan merupakan hasil penjaringan prioritas dari tingkat bawah (bottom-up).

“Kami ingin dari Musrenbang hari ini lahir program prioritas yang diusulkan secara berjenjang. Mengingat saat ini kita sedang menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, maka ketepatan penganggaran pada program prioritas menjadi kunci utama,” ujar Litha.

 

Litha menambahkan bahwa keterbatasan fiskal menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan selektif dalam menyusun perencanaan. Pembangunan harus tetap berjalan demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dengan tetap menjaga sinkronisasi antara kebijakan daerah dan nasional.

 

“Keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan berhenti. Kita harus tetap memberikan yang terbaik dengan memperhatikan keseimbangan program. Penguatan kedaulatan pangan, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan kualitas SDM adalah satu kesatuan program nasional yang akan kita sinkronkan di daerah,” pungkasnya.