Agustus 11, 2026

Waspada Gim Berbahaya.! Densus 88 Peringatkan Penyebaran Radikalisme Lewat Aplikasi Permainan

SGN_08_10_2026_1786370334135

POLEWALI IJS PELOPORNEWS– Orang tua dan para pendidik diminta lebih waspada! Penyebaran paham radikalisme kini tak lagi tampak seperti ajakan yang mencolok, melainkan disisipkan secara halus lewat aplikasi gim dan konten yang tampak sekadar hiburan. Demikian imbauan penting yang disampaikan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri wilayah Polda Sulawesi Barat, Senin sore (10/8/2026).

 

Pelaksana Tugas Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Polda Sulbar, AKBP. Soffan Ansyari, S.H., menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi di Cafe Sanum, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi kini dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menanamkan pandangan yang menyimpang secara terselubung.

 

“Penyebaran paham radikal tidak lagi dilakukan secara terang-terangan. Banyak yang disisipkan di dalam gim, cerita bergambar, hingga konten media sosial. Tampaknya hiburan semata, namun perlahan menanamkan sikap permusuhan, kebencian, dan penolakan terhadap keberagaman bangsa,” tegasnya.

 

Ciri-ciri Aplikasi yang Perlu Diwaspadai:

 

– Tidak tersedia di toko aplikasi resmi (Play Store/App Store)

– Harus diunduh lewat tautan yang dikirimkan secara pribadi

– Memuat narasi yang memisahkan kelompok, meremehkan nilai kebangsaan, serta membenarkan kekerasan sebagai jalan keluar

 

Langkah Pencegahan:

 

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengawasan dari dalam rumah adalah benteng paling kuat. Orang tua diharapkan aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai, memeriksa jenis aplikasi yang dipasang, serta membekali pemahaman agama yang benar dan rasa cinta tanah air sejak dini.

 

“Jangan sampai anak-anak kita tanpa sadar diarahkan ke jalan yang salah hanya karena kurangnya pendampingan dan informasi,” tambahnya.

 

Masyarakat pun diajak turut melapor jika menemukan aplikasi atau konten yang mencurigakan agar segera ditindaklanjuti. Sosialisasi serupa direncanakan terus digelar ke berbagai kabupaten se-Sulawesi Barat, mengingat penggunaan gawai di kalangan pelajar makin meluas—sehingga kesadaran bersama sangat dibutuhkan untuk menjaga generasi bangsa dari pengaruh paham yang merusak.