Agustus 10, 2026

Densus 88 Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspadai Aplikasi Permainan yang Mengandung Muatan Radikalisme

SGN_08_10_2026_1786370334135

Polman IJS Pelopornews– Densus 88 Anti Teror Polda Sulawesi Barat mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya orang tua dan pendidik, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aplikasi permainan atau gim yang diduga disisipi konten serta ajaran yang mengarah pada paham radikalisme dan terorisme.

 

Pelaksana Tugas(PLT) Kasatgaswil Sulbar Densus 88 AT Mabes Polri,AKBP.SOFFAN ANSYARI,S.H menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan akses gawai yang semakin luas kini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menyebarkan pemahaman yang menyimpang secara halus melalui media yang terlihat biasa saja, termasuk aplikasi gim yang banyak digemari anak-anak hingga kalangan remaja

 

“Saat ini penyebaran paham radikal tidak lagi dilakukan secara terbuka. Banyak yang disisipkan di dalam aplikasi gim, cerita bergambar, hingga konten media sosial yang tampaknya hiburan semata, namun perlahan menanamkan sikap permusuhan, kebencian, dan penolakan terhadap keberagaman bangsa,” tegas Akbp.Soffan Ansyari saat ngopi bareng di Cafe Sanum,Kelurahan Pekkabata,Kecamatan Polewali,Seni sore,(10/8/2026.

 

Pihaknya menjelaskan bahwa ciri-ciri aplikasi yang perlu diwaspadai antara lain,tidak tersedia di toko aplikasi resmi, harus diunduh melalui tautan yang dikirim secara pribadi, serta di dalamnya terdapat narasi yang memisahkan antar kelompok, meremehkan nilai-nilai kebangsaan, maupun membenarkan tindakan kekerasan sebagai solusi.

 

Dalam imbauannya, Densus 88 Polda Sulbar meminta kepada seluruh orang tua untuk aktif mendampingi anak-anak saat menggunakan gawai, mengenali jenis aplikasi yang diinstal, serta membekali mereka dengan pemahaman agama yang benar dan cinta tanah air sejak dini.

 

“Pengawasan dari rumah adalah benteng terkuat kita. Jangan sampai anak-anak kita tanpa sadar diarahkan ke jalan yang salah hanya karena kurangnya pendampingan dan informasi,” tambahnya.

 

Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan apabila menemukan aplikasi atau konten yang mencurigakan kepada pihak berwenang, agar dapat segera ditindaklanjuti dan tidak semakin meluas.

 

Pihaknya Persoalan tersebut direncanakan akan terus dilakukan sosialisasi ke berbagai kabupaten di Sulawesi Barat,mengingat penggunaan gawai di kalangan pelajar terus meningkat sehingga kesadaran bersama sangat diperlukan untuk menjaga generasi bangsa dari pengaruh paham yang merusak”,pungkas Sofyan Ansyari.(Lap.Jain)Skr.