September 15, 2026

Di Tengah El Niño, Petani Botto Syukuri Panen 1.036 Hektare & Rayakan Tradisi Mappadendang  

SGN_09_15_2026_1789444895419

SIDRAP PELOPORNEWS— Rasa syukur dan kegembiraan meliputi Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Para petani menggelar pesta panen raya tradisional Mappadendang, Senin (14/9/2026), sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan panen musim tanam kedua — di tengah tantangan musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño.

 

Kehadiran Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, di tengah warga semakin menghangatkan suasana. Ia turut merayakan keberhasilan para petani yang tetap mampu memanen sebagian besar lahan persawahan meski menghadapi kondisi kekeringan.

 

“Mappadendang ini merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap hasil panen yang telah kita dapatkan,” ujar Syaharuddin.

 

📊 Hasil Panen Desa Botto:

– Total lahan sawah: 1.073 hektare

– Berhasil dipanen: 1.036 hektare — rata-rata produksi 8 ton per hektare

– Gagal panen: 37 hektare — seluruhnya berupa sawah tadah hujan yang rentan terhadap kekeringan

“Dari total 1.073 hektare, yang gagal panen hanya 37 hektare. Itu pun sawah tadah hujan. Sementara, sebanyak 1.036 hektare berhasil panen dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per hektare,” jelas Bupati.

 

Capaian ini menjadi kabar baik sekaligus bukti ketangguhan pertanian masyarakat Desa Botto. Di tengah tekanan cuaca ekstrem, produktivitas tetap terjaga dengan hasil yang memuaskan.

 

Syaharuddin berharap tradisi Mappadendang terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Selain sebagai ungkapan syukur, tradisi ini juga memperkuat kebersamaan dan gotong royong antarwarga, serta menjadi pengingat akan pentingnya bersyukur di setiap hasil yang diraih.

 

Pewarta: Mansyur Nanno

Editor: Ms.Hanafi