Panen di Tengah Kemarau , Abd Rasyid Petani Arawa Dapat hingga 9 Ton ,Bupati Sidrap Apresiasi
PELOPORNEWS.SIDRAP — Di tengah ancaman kekeringan yang melanda sejumlah areal persawahan, petani di Lingkungan Patommo, Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), masih dapat menikmati hasil panen.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, turun langsung melihat kegiatan panen sekaligus meninjau kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Syaharuddin mengatakan, di Kelurahan Arawa terdapat sekitar 500 hektare areal persawahan yang tersebar di dua lingkungan, yakni Bojoe dan Patommo. Namun, sebagian lahan mengalami dampak kekeringan akibat kemarau panjang.
“Di Kelurahan Arawa ada dua lingkungan, Bojoe dan Patommo. Dari sekitar 500 hektare, alhamdulillah masih ada yang berhasil dipanen,” ujar Syaharuddin saat berada di lokasi panen.
Menurutnya, di wilayah yang terdampak kekeringan terdapat sekitar 125 hektare lahan yang kondisinya cukup memprihatinkan. Meski demikian, sejumlah areal lainnya masih mampu menghasilkan panen.
Bupati menyebut kondisi kekeringan tersebut tidak lepas dari dampak kemarau dan fenomena El Nino yang menyebabkan ketersediaan air untuk pertanian semakin terbatas.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan pemerintah untuk memperkuat sistem pengairan pertanian.
Salah satunya melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Syaharuddin juga menyebut pembangunan Bendung Alekaraja yang telah dikerjakan tahun sebelumnya dengan anggaran sekitar Rp9 miliar. Namun, kondisi kemarau yang cukup panjang membuat debit air kembali menurun drastis.
“Memang dampak kemarau dan El Nino, akhirnya bendungannya tidak ada airnya lagi,” katanya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Sidrap menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar persoalan kekeringan tidak terus berulang dan mengganggu produksi pertanian masyarakat.
Untuk musim tanam berikutnya, Syaharuddin mengatakan akan mendorong penambahan jaringan irigasi air tanah serta memperluas program listrik masuk sawah.
“Insyaallah untuk panen berikutnya, saya akan minta jaringan irigasi air tanah ditambah, termasuk program listrik masuk sawah. Upaya ini akan kita lakukan sebagai langkah mitigasi agar kondisi seperti ini tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi lahan yang mengalami kekeringan menjadi perhatian pemerintah daerah. Karena itu, pihaknya akan melakukan pemetaan dan mitigasi secara lebih serius, khususnya di wilayah Lingkungan Patommo, Kelurahan Arawa.
Sementara itu, Abdul Rasid, salah seorang pemilik sawah yang lahannya tengah dipanen, mengaku bersyukur masih dapat memperoleh hasil di tengah kondisi kemarau.
Rasid menyebut produksi padinya mengalami peningkatan. Jika sebelumnya hasil panennya berada di kisaran 6 ton, pada panen kali ini hasilnya mencapai sekitar 9 ton.
“Alhamdulillah, sebelumnya sekitar 6 ton, sekarang bisa mencapai 9 ton,” ujar Rasid.
Hasil panen tersebut menjadi angin segar bagi petani di tengah ancaman kekeringan.
Pemerintah berharap penguatan infrastruktur irigasi dan program pendukung pertanian dapat menjaga produktivitas sawah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Sidrap. (Um)





