September 1, 2026

Promosi Jadi Kapolres Kolaka Utara, Ini Jejak Karier AKBP Andi Sofyan

Screenshot_20260901-204805

PELOPORNEWS.KOLAKA UTARA — Perjalanan panjang di dunia kepolisian akhirnya membawa AKBP Andi Sofyan, S.H., S.I.K., M.H. menuju salah satu fase penting dalam kariernya.

Perwira menengah Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse tersebut kini dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kapolres Kolaka Utara (Kolut), Polda Sulawesi Tenggara.

Promosi tersebut menjadi babak baru bagi Andi Sofyan. Setelah melewati berbagai penugasan dan berkecimpung dalam penanganan perkara kriminal, narkotika hingga tindak pidana khusus, tanggung jawabnya kini jauh lebih besar: memimpin satu kesatuan kewilayahan.

Andi Sofyan ditunjuk menggantikan AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, S.I.K., yang selanjutnya mendapat amanah sebagai Kapolres Kolaka.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi besar-besaran di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, merujuk pada Keputusan Kapolri Nomor KEP/1298/VIII/2026.

Sedikitnya 259 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah Polri tercatat mengalami pergeseran jabatan dalam mutasi tersebut.

Bagi AKBP Andi Sofyan, penunjukan sebagai Kapolres Kolaka Utara dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perjalanan karier yang terus berkembang.

Dari tugas-tugas operasional penegakan hukum hingga jabatan struktural di tingkat Polda, kini ia memasuki level kepemimpinan kewilayahan.

Dari Reserse Menuju Pimpinan Kewilayahan

Sebelum dipercaya menjadi Kapolres Kolaka Utara, AKBP Andi Sofyan menjabat Kasubdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara.

Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai Kasubdit 1 Intelkam Polda Sultra.

Posisi tersebut menempatkannya pada lingkungan kerja yang berkaitan erat dengan penyelidikan dan penyidikan berbagai tindak pidana khusus.

Bertugas di lingkungan Ditreskrimsus membutuhkan kemampuan membaca perkara secara mendalam, mengelola proses penyelidikan dan penyidikan, mengoordinasikan personel hingga memastikan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum.

Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesional Andi Sofyan.

Namun jauh sebelum berada di jajaran Ditreskrimsus Polda Sultra, nama Andi Sofyan telah dikenal di Sulawesi Selatan, terutama di Kabupaten Sidrap.

Di daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan tersebut, ia pernah menjalani tugas yang membuat namanya cukup dikenal, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkotika.

Jejak di Sidrap, Berhadapan dengan Jaringan Narkotika

Bagi sebagian masyarakat Sidrap, nama Andi Sofyan memiliki catatan tersendiri.

Dalam perjalanan tugasnya di daerah tersebut, ia pernah berada di lingkungan penegakan hukum yang berhadapan langsung dengan persoalan peredaran narkotika.

Di jajaran Polda Sulsel, Puang Andi sapaan akrabnya pernah di beri amanah sebagai Kanit Timsus Unit Narkoba Polda Sulsel sebelum akhirnya di promosi di Propam Polda Sulsel dan hingga akhirnya menjalani Sekolah pimpinan.

Tugas pemberantasan narkoba bukan pekerjaan sederhana.

Aparat tidak hanya berhadapan dengan pengguna maupun pengedar di tingkat bawah, tetapi juga dituntut membongkar mata rantai peredaran, menelusuri sumber barang, mengembangkan hasil penangkapan hingga memburu pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan yang lebih besar.

Pada fase inilah Andi Sofyan dikenal sebagai salah satu perwira yang terlibat dalam upaya memburu pelaku dan bandar narkotika, termasuk peredaran sabu.

Pengalaman lapangan semacam itu menjadi bagian dari proses panjang pembentukan karakter seorang perwira reserse.

Sebab dalam penanganan narkotika, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari jumlah penangkapan. Kemampuan memperoleh informasi, membangun jaringan penyelidikan, membaca pergerakan pelaku, melakukan pengembangan perkara dan menjaga kerahasiaan operasi juga menjadi bagian penting.

Jejak penugasan tersebut pula yang membuat perjalanan Andi Sofyan menarik untuk dicermati.

Kariernya tidak berhenti pada satu bidang.

Pengalaman dari pemberantasan narkotika kemudian berkembang menuju penanganan perkara lainnya, hingga akhirnya mendapat kepercayaan menduduki posisi strategis di lingkungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra.

Pengalaman Reserse Menjadi Modal

Perjalanan dari dunia reserse menuju kursi Kapolres merupakan perubahan tanggung jawab yang cukup besar.

Seorang perwira reserse terbiasa berhadapan dengan penyelidikan, penyidikan dan pengungkapan perkara. Sementara seorang Kapolres harus menguasai spektrum tugas yang jauh lebih luas.

Kapolres bukan hanya bertanggung jawab atas penanganan kriminalitas.

Di pundaknya terdapat tanggung jawab pembinaan organisasi, pengendalian personel, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, pelayanan kepolisian, lalu lintas, penanganan konflik sosial, pengamanan kegiatan masyarakat hingga koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, kejaksaan dan berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, promosi Andi Sofyan menjadi Kapolres Kolaka Utara sekaligus menjadi ujian kepemimpinan pada level yang berbeda.

Pengalaman panjang di bidang penegakan hukum menjadi modal, tetapi jabatan barunya menuntut kemampuan manajerial dan komunikasi publik yang semakin besar.

Jika sebelumnya fokus pekerjaan lebih banyak berkaitan dengan penanganan suatu perkara, kini hampir seluruh dinamika keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Kolaka Utara akan berada dalam lingkup tanggung jawabnya.

Karier Menanjak hingga Memegang Tongkat Komando

Kepercayaan menjadi Kapolres memiliki arti penting dalam perjalanan seorang perwira Polri.

Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis karena Kapolres menjadi representasi institusi Polri pada tingkat kabupaten/kota sekaligus bertanggung jawab langsung terhadap situasi keamanan wilayah.

Karena itu, perjalanan Andi Sofyan dari berbagai pengalaman penegakan hukum hingga akhirnya mendapat kepercayaan memimpin Polres Kolaka Utara menunjukkan perkembangan karier dari tugas teknis-operasional menuju kepemimpinan kewilayahan.

Ia kini bukan lagi hanya memimpin suatu unit atau menangani bidang tertentu.

Sebagai Kapolres, seluruh fungsi utama kepolisian di wilayah tersebut berada dalam koordinasinya.

Mulai fungsi reserse kriminal, narkoba, intelijen keamanan, samapta, lalu lintas, pembinaan masyarakat hingga pelayanan publik akan menjadi bagian dari tanggung jawab kepemimpinannya.

Di sinilah pengalaman panjang seorang perwira diuji.

Ketegasan dalam penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan kemampuan membangun komunikasi dan kedekatan bersama masyarakat.

Kolaka Utara Menjadi Panggung Pengabdian Berikutnya

Kolaka Utara tentu menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan tempat-tempat penugasan Andi Sofyan sebelumnya.

Karakter geografis, kondisi sosial masyarakat, aktivitas ekonomi, jalur transportasi antardaerah, wilayah pesisir hingga kawasan yang jauh dari pusat pemerintahan membutuhkan pendekatan kepolisian yang menyesuaikan kondisi setempat.

Persoalan yang akan dihadapi pun beragam.

Mulai kriminalitas konvensional, narkotika, keamanan lalu lintas, potensi konflik sosial, pengamanan investasi dan kegiatan ekonomi hingga persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya.

Sebagai pimpinan Polres, Andi Sofyan juga dituntut memastikan kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat bawah.

Tugas tersebut tentu berbeda dengan pekerjaan seorang penyidik maupun pejabat pada direktorat tertentu.

Kapolres harus mampu menjadi pengambil keputusan ketika terjadi persoalan keamanan, sekaligus membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Dari Memburu Pelaku hingga Mengendalikan Wilayah

Perjalanan AKBP Andi Sofyan memperlihatkan transformasi tugas yang menarik.

Pada satu fase perjalanan kariernya, ia berada di lapangan memburu pelaku dan menghadapi jaringan peredaran narkotika.

Pada fase berikutnya, ia dipercaya menduduki jabatan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra.

Kini tanggung jawab itu berkembang lebih luas.

Ia dipercaya memimpin Polres Kolaka Utara.

Jika sebelumnya keberhasilan dapat terlihat dari pengungkapan suatu perkara, maka ukuran keberhasilannya sebagai Kapolres akan menjadi lebih kompleks.

Seberapa aman masyarakat menjalankan aktivitas, bagaimana respons kepolisian terhadap laporan warga, bagaimana penegakan hukum dilakukan secara profesional, bagaimana personel memberikan pelayanan, serta bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap Polri dibangun akan menjadi bagian dari tolok ukur kepemimpinannya.

Dengan demikian, jabatan baru ini bukan hanya promosi.

Ia sekaligus merupakan amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar.

Tongkat Komando Berganti

Dalam mutasi terbaru Polri, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom meninggalkan jabatan Kapolres Kolaka Utara untuk selanjutnya dipercaya memimpin Polres Kolaka.

Tongkat komando Polres Kolaka Utara kemudian dipercayakan kepada AKBP Andi Sofyan.

Pergantian tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di jajaran Polda Sulawesi Tenggara.

Bagi Andi Sofyan, kepercayaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dari perjalanan panjang pengabdiannya sebagai anggota Polri.

Namun promosi tentu bukan akhir perjalanan.

Justru sejak tongkat komando berada di tangannya, tanggung jawab yang lebih berat dimulai.

Masyarakat Kolaka Utara akan menunggu bagaimana karakter kepemimpinannya diterjemahkan dalam kebijakan dan pelayanan kepolisian di lapangan.

Pengalaman di dunia reserse dapat menjadi bekal kuat dalam penegakan hukum. Tetapi pada saat bersamaan, masyarakat juga membutuhkan sosok Kapolres yang terbuka, komunikatif dan mampu membangun kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat.

Babak Baru Karier AKBP Andi Sofyan

Perjalanan karier AKBP Andi Sofyan, S.H., S.I.K., M.H. kini memasuki babak baru.

Dari pengalaman menghadapi perkara narkotika, bergelut dalam dunia reserse hingga dipercaya sebagai Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Sultra, kariernya terus bergerak menuju tanggung jawab yang lebih besar.

Kini ia dipercaya menjadi Kapolres Kolaka Utara.

Sebuah jabatan yang bukan sekadar membawa kewenangan, tetapi juga menempatkan tanggung jawab keamanan satu wilayah di pundaknya.

Bagi masyarakat Sidrap yang pernah mengenalnya ketika menjalankan tugas pemberantasan narkotika, promosi tersebut sekaligus menjadi kabar mengenai perjalanan seorang perwira yang pernah bertugas di daerah mereka dan kini dipercaya menduduki posisi pimpinan kewilayahan.

Sementara bagi masyarakat Kolaka Utara, lembaran baru segera dimulai.

AKBP Andi Sofyan datang dengan pengalaman panjang di bidang penegakan hukum. Kini pengalaman tersebut akan diuji dalam kepemimpinan yang lebih luas.

Dari memburu bandar sabu hingga menangani tindak pidana khusus, perjalanan itu akhirnya membawanya memegang tongkat komando.

AKBP Andi Sofyan kini dipercaya menjadi Kapolres Kolaka Utara—sebuah promosi sekaligus amanah baru dalam perjalanan kariernya di Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Um)