Aksi Damai Warga Lingkar Tambang di Enrekang, Kapolres AKBP Ketut Yoga Turun Langsung Temui Massa
ENREKANG PELOPORNEWS— Suasana di depan markas Kepolisian Resor (Polres) Enrekang 1/9/26 mendadak riuh namun tetap terkendali tatkala ratusan massa aksi yang tergabung dari aliansi masyarakat lingkar tambang mendatangi lokasi untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Di tengah memanasnya situasi, Kapolres Enrekang AKBP Ketut Yoga Saputra, S.I.K., menunjukkan sikap humanis dan kepemimpinannya sebagai pelopor pengamanan yang humanis dengan memilih turun langsung menemui para demonstran tanpa sekat pengamanan yang berlebihan.

Pendekatan Persuasif dan Humanis
Kehadiran perwira menengah Polri berpangkat dua melati di pundak tersebut langsung mencairkan suasana. Dengan mengenakan pakaian dinas lengkap, AKBP Ketut Yoga menyapa massa aksi secara terbuka di tengah barisan pengunjuk rasa. Ia mendengarkan dengan seksama setiap tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan warga terkait aktivitas pertambangan yang menjadi keresahan di wilayah mereka.
Dalam dialog terbuka tersebut, AKBP Ketut Yoga menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk selalu berdiri di tengah masyarakat, mengawal aspirasi secara transparan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif di Kabupaten Enrekang.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Kepolisian, dalam hal ini Polres Enrekang, berkomitmen untuk mendengarkan setiap persoalan yang ada dan memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional serta berkeadilan bagi semua pihak,” ujar AKBP Ketut Yoga di hadapan para massa aksi.
Kawal Aspirasi Warga
Aksi unjuk rasa yang membawakan sejumlah tuntutan terkait penolakan maupun pengawasan ketat terhadap aktivitas lingkar tambang tersebut akhirnya berlangsung damai. Massa membubarkan diri secara tertib setelah mendapatkan ruang dialog langsung serta jaminan pengawalan proses hukum dan administratif dari pihak kepolisian.
Langkah taktis dan tenang yang ditunjukkan oleh AKBP Ketut Yoga Saputra ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan. Pendekatan dialogis yang dikedepankan dinilai mampu meredam potensi gesekan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri di wilayah hukum Polres Enrekang.





