Juli 20, 2026

Gerak Cepat Bupati Sidrap Turunkan  Armada Bantu Sawah Kekeringan, Syaharuddin Alrif: Petani Tidak Boleh Berjuang Sendiri

Screenshot_20260719-161342

PELOPORNEWS.SIDRAP –Bupati (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif bergerak cepat merespons keluhan petani yang tanaman padinya mulai terdampak musim kemarau. Usai berdialog langsung dengan para petani di kawasan Jalan Kompleks SKPD, Minggu (19/7), Syaharuddin Alrif langsung mengerahkan empat armada milik pemerintah daerah untuk membantu penyiraman lahan persawahan yang mengalami kekeringan.

Empat armada tersebut berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap. Bantuan air ini menjadi langkah darurat untuk menyelamatkan tanaman padi yang selama dua bulan terakhir mengalami kekurangan pasokan air akibat menurunnya debit irigasi.
Dalam peninjauan tersebut,

Bupati Syaharuddin Alrif didampingi Kepala Dinas Pertanian Sidrap, Ibrahim. Keduanya berdiskusi langsung dengan kelompok tani untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang menghadapi ancaman kekeringan.
“Dampak musim kemarau di Sidrap menyebabkan debit air berkurang. Pemerintah harus hadir membantu petani agar mereka tidak berjuang sendiri. Karena itu kami memanfaatkan fasilitas pemerintah dengan mengerahkan empat armada dari Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan Damkar untuk menyemprotkan air ke persawahan yang membutuhkan,” kata Syaharuddin Alrif.
Selain penyiraman darurat, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya. Untuk lahan yang masih terjangkau jaringan irigasi akan diberikan bantuan pompa air, sedangkan wilayah yang jauh dari sumber irigasi akan difasilitasi bantuan sumur bor.
Menurut Syaharuddin, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar musim kemarau tidak mengganggu produktivitas pertanian, khususnya target peningkatan indeks pertanaman (IP300) yang menjadi program unggulan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Kita harus bergerak lebih cepat sebelum kekeringan berdampak terhadap produksi. Air harus dipastikan tersedia sehingga indeks pertanaman dan produktivitas tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan kekeringan dilakukan secara terpadu melalui pendampingan penyuluh pertanian, pemanfaatan sumber air alternatif, penyesuaian pola tanam, hingga penggunaan varietas padi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Langkah cepat Bupati Sidrap tersebut mendapat apresiasi dari para petani yang menyaksikan langsung kehadiran pemerintah di tengah ancaman kekeringan. Mereka berharap bantuan air dan program mitigasi yang disiapkan pemerintah mampu menyelamatkan tanaman padi sehingga petani tetap dapat berproduksi meski musim kemarau masih berlangsung((UM)