Proyek Oplah Rawa Rp7 Miliar di Pitu Riawa Diprotes Warga, Dinas PSDA Sidrap Beri Penjelasan

PELOPORNEWS.SIDRAP – Proyek Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tepatnya di Desa Sumpang Mango, menjadi sorotan warga dan petani setempat. Pekerjaan pengerukan saluran air Salo Tengae yang membentang hingga perbatasan Kabupaten Wajo itu sempat dihentikan sementara oleh warga karena dinilai tidak sesuai dengan hasil pengukuran awal.
Proyek yang mencakup wilayah Sumpang Mango, Lancirang, dan Ponrangae tersebut memiliki volume pengerjaan saluran sepanjang kurang lebih 6.500 meter, dengan anggaran sekitar Rp7 miliar lebih yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian.
Kekecewaan warga muncul karena pekerjaan di lapangan dinilai belum sesuai dengan hasil survei awal yang dilakukan tim Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama TNI. Warga berharap pengerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para petani.
H. Zainuddin, salah seorang Perwakilan warga, menyampaikan kekecewaannya saat ditemui di lokasi proyek pada Kamis (15/10/2026). Ia menilai pekerjaan tersebut perlu mendapat perhatian agar pelaksanaannya tidak terkesan asal jadi.
Senada dengan itu, Kepala Dusun II Sumpang Mango, Andi Asri, meminta agar pekerjaan dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
Ia juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Menurutnya, informasi mengenai pelaksana kegiatan, nilai anggaran, serta rincian pekerjaan sangat penting agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan.
“Kami berharap proyek ini berjalan sesuai rencana awal dan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, mengingat anggaran yang digunakan cukup besar,” ungkapnya.
Dinas PSDA Sidrap Beri Penjelasan
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Sidrap, Andi Safari Renata, menjelaskan bahwa kegiatan pengerukan saluran Salo Tengae di Sumpang Mango merupakan program Kementerian Pertanian yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas PSDA Sidrap.
Saat ditemui di kantornya, ia mengatakan proyek tersebut masuk dalam kegiatan tahun anggaran 2026 dengan skema swakelola tipe II dan nilai anggaran sekitar Rp7 miliar lebih.
Adapun volume fisik pekerjaan mencapai sekitar 6.500 meter, dengan jalur saluran memanjang hingga perbatasan Kabupaten Wajo.
Berdasarkan keterangan Andi Safari, dimensi teknis pengerukan yang direncanakan meliputi kedalaman sekitar 3 meter, tinggi 4 meter, serta lebar bagian atas 6 meter.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan pengerukan saat ini masih dalam tahap awal. Kegiatan tersebut baru berjalan sekitar satu minggu dan pengerjaan baru dilakukan pada satu sisi saluran, sedangkan sisi lainnya belum dikerjakan.
Warga Berharap Pekerjaan Sesuai Spesifikasi
Proyek Oplah Rawa ini diharapkan dapat mendukung optimalisasi lahan pertanian dan memperlancar pengelolaan air bagi petani di wilayah Sumpang Mango, Lancirang, dan Ponrangae.
Karena itu, warga meminta agar pelaksanaan pekerjaan benar-benar mengacu pada perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan anggaran yang berlaku.
Keterbukaan informasi melalui pemasangan papan proyek juga dinilai penting untuk memastikan masyarakat mengetahui identitas pelaksana, sumber anggaran, dan nilai kontrak atau anggaran kegiatan.
Dengan adanya penjelasan dari Dinas PSDA Sidrap, masyarakat berharap pekerjaan dapat dilanjutkan secara transparan dan sesuai ketentuan sehingga hasilnya memberikan manfaat nyata bagi pertanian setempat.(UM)





