Inovasi & Semangat Melayani Kunci Kemajuan Desa — Bupati Arsal Aras: Angka di Atas Kertas Tak Bermakna Tanpa Manfaat Nyata

MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS — Semangat melayani, kreativitas, dan inovasi yang menyentuh langsung kehidupan warga menjadi penekanan utama Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., dalam pertemuan strategis bersama para Kepala Desa dan pemangku kepentingan tingkat desa, Senin (29/9/2026).

Bupati mengajak seluruh pimpinan desa melahirkan terobosan nyata yang menyentuh empat bidang utama: pengelolaan lingkungan, penanganan kemiskinan, perbaikan perumahan, serta peningkatan kualitas layanan publik. “Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar pembangunan desa terus berjalan dan setiap rupiah anggaran memberi manfaat maksimal bagi warga,” tegasnya.

Kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah ditekankan sebagai fondasi kesehatan dan kenyamanan bersama. Tak kalah mendesak, penanganan kemiskinan dan ketepatan sasaran bantuan menjadi fokus utama — mengingat masih banyak warga yang tinggal di hunian tidak layak namun belum terjangkau data pendataan. Karena itu, verifikasi langsung ke lapangan menjadi langkah mutlak agar bantuan perbaikan rumah dapat disalurkan tepat kepada yang membutuhkan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan program pembangunan 3 juta rumah dari pusat terus berjalan, dengan target 800 unit terealisasi di Mamuju Tengah pada Desember 2026 mendatang. Para Kepala Desa diminta aktif menjaring warga yang berhak dan memastikan data akurat agar bantuan tidak meleset.
Di bidang layanan publik, penyederhanaan sistem digital didorong agar warga tak perlu datang berdesakan ke kantor desa hanya untuk mengurus dokumen. Inovasi sederhana — seperti pelaporan lewat pesan daring yang ditindaklanjuti dengan cepat — dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat secara nyata. Program unggulan “tukar sampah plastik dengan kewajiban pembayaran” yang telah berhasil di salah satu desa pun diharapkan menginspirasi desa lain menciptakan terobosan serupa.
“Ingatlah, peran Kepala Desa adalah pelayan masyarakat, bukan sekadar pemberi arahan. Di tengah keterbatasan anggaran, kreativitas dan semangat tulus melayani menjadi kunci tunggal kemajuan. Angka keberhasilan yang tertulis di atas kertas belum bermakna apa pun jika warga masih menjumpai jalan berlubang, lingkungan kotor, atau pintu layanan yang sulit dijangkau. Setiap desa wajib menghadirkan inovasi yang tidak hanya tampil sesaat, namun berkelanjutan — agar manfaatnya dirasakan merata, hari ini, esok, dan terus-menerus oleh seluruh masyarakat.”
Pewarta Satria
Editot Ms.Hanafi




