Kampus UNISAN Sidrap Memanas, Mahasiswa Gelar Aksi Damai Tuntut Etika Akademik
PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP – Suasana di Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan Sidrap) kembali bergolak. Puluhan mahasiswa dari aliansi organisasi internal kampus menggelar aksi damai di pelataran kampus, Jumat (25/4/2025), sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan pelanggaran etika oleh salah satu oknum dosen.
Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pimpinan kampus agar mengambil sikap tegas dan transparan dalam menyikapi isu yang sedang berkembang. Mereka menyuarakan pentingnya menjaga integritas dunia akademik dari tindakan yang berpotensi mencoreng nama baik institusi.
“Kami datang bukan untuk membuat gaduh, tapi untuk mengingatkan bahwa ruang belajar harus tetap menjadi tempat yang aman dan bermartabat,” ujar Yoga, Koordinator Aksi.
Aksi tersebut berlangsung tertib. Spanduk bertuliskan “Pecat Pelaku Asusila” dan “KBM Ichsan Mengecam Tindakan Asusila” dibentangkan sebagai simbol aspirasi moral mahasiswa.
Namun, di balik aksi damai ini, terselip kekhawatiran. Yoga mengungkap bahwa sebagian rekan mereka batal bergabung karena merasa terintimidasi oleh komunikasi yang mengarah pada tekanan moral.
“Kami tidak menuduh, hanya mencatat adanya potensi tekanan yang membuat partisipasi mahasiswa jadi terbatas,” ucapnya, hati-hati.
Menanggapi aksi tersebut, Rektor Unisan Sidrap, Dr. Darnawati, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pihak kampus terbuka terhadap masukan dan protes yang disampaikan secara elegan.
“Jika ada dosen memberi arahan atau nasihat, itu bagian dari relasi akademik yang sah, bukan bentuk intimidasi. Kami tetap komitmen menjaga kenyamanan semua pihak,” kata Rektor Darnawati.
Ia juga memastikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditangani secara prosedural dan profesional, termasuk melalui jalur resmi ke Yayasan sebagai lembaga pengambil keputusan tertinggi.
Lebih dari sekadar aksi, unjuk rasa ini menandai keresahan generasi muda terhadap pentingnya menjunjung etika dan moral di lingkungan pendidikan tinggi. Sebuah pengingat bahwa kampus bukan sekadar ruang transfer ilmu, tetapi juga tempat penanaman nilai.
“Jika ruang kritis dibungkam, maka ke mana lagi mahasiswa harus bersuara?” pungkas Yoga, sebelum membubarkan massa aksi secara damai.





