Kasus Kantin DPRD Bone: CCTV di Lokasi Kejadian Rusak, Penyidik Lakukan Rekonstruksi Bersama Korban
BONE – Pelopornews – Proses hukum kasus dugaan penganiayaan di lingkungan DPRD Bone memasuki tahap olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tim penyidik Satreskrim Polres Bone turun langsung ke lokasi kejadian di Kantin DPRD Bone, Jalan Reformasi, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Sabtu (25/7/2026).

Pemeriksaan di lokasi penting ini mengungkap fakta krusial: kamera pengawas atau CCTV yang berada di area sekitar kantin ternyata tidak berfungsi karena rusak.
Lima personel penyidik tampak teliti menelusuri setiap sudut penting, dengan garis polisi yang terpasang rapi mengelilingi titik kejadian. Dalam proses tersebut, pihak kepolisian menghadirkan korban, Yuli Novita Sari, untuk memperagakan kronologi peristiwa sesuai keterangan yang telah ia sampaikan sebelumnya.
“Di sekitar lokasi hanya terdapat satu unit CCTV yang berada di area dalam masjid di kompleks DPRD Bone, namun kondisinya rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk memperoleh rekaman kejadian,” ungkap salah satu penyidik. Pihaknya juga belum dapat memastikan sejak kapan kerusakan tersebut terjadi.
Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum pelapor, Ali Arisandi, menyatakan penyerahan penuh kepada penyidik untuk membuktikan fakta sesungguhnya terkait perangkat pengawasan tersebut.
“Kami melihat ada CCTV, namun kewenangan memeriksa apakah benar rusak atau tidak ada pada penyidik. Hasil penyidikanlah yang akan menjelaskan kebenarannya,” tegas Ali Arisandi.
Ia menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum ini agar berjalan profesional dan adil tanpa pandang bulu.
“Semua orang sama di depan hukum, tidak melihat jabatan, kekayaan maupun status sosial. Kami berharap proses ini berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Pihak pelapor mengaku kooperatif dan telah menyerahkan barang bukti pendukung. Mereka juga siap memberikan keterangan tambahan kapan pun dibutuhkan. Saat ini fokus utama masih pada proses penyidikan pidana yang sedang berjalan, sementara langkah hukum selanjutnya masih dalam tahap diskusi.
Sementara itu, Satreskrim Polres Bone terus memperdalam kasus dengan mengumpulkan alat bukti sah dan memeriksa para saksi guna mengungkap fakta lengkap di balik insiden tersebut.





