Lepas 8 Mahasiswa Magang ke Taiwan, Rektor UMS Rappang: Fokus Belajar, Bukan Cari Uang

PELOPORNEWS.SIDRAP – Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti pembekalan sekaligus pelepasan untuk menjalani program magang internasional di Taiwan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., di Lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi (FAST), Aksal Mursalat, S.P., M.Si., sejumlah ketua program studi (Kaprodi), dosen, serta orang tua mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Taiwan.
Suasana haru mewarnai kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua mahasiswa bahkan tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan anak-anak mereka bersiap mengikuti program magang di luar negeri.
Delapan mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah program studi, yakni Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi (FAST), Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Pendidikan Bahasa Inggris, serta Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Dalam arahannya, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, menegaskan bahwa tujuan utama mahasiswa mengikuti program magang internasional adalah untuk belajar, menambah pengalaman, dan mengembangkan kapasitas diri, bukan semata-mata mencari penghasilan.
“Anak-anak kita ke sana untuk belajar, bukan untuk mencari uang. Tetapi kalau kemudian mendapatkan uang, ya Alhamdulillah. Yang paling penting adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujar Prof. Jamaluddin.
Menurutnya, kesempatan belajar di luar negeri merupakan bagian dari hak mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di luar lingkungan kampus. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui berbagai aktivitas, termasuk di dunia internasional.
“Mahasiswa sekarang memiliki kesempatan untuk belajar di luar kampus, salah satunya melalui program internasional. Ini menjadi hak mahasiswa. Apakah kesempatan itu dimanfaatkan atau tidak, semuanya kembali kepada mahasiswa itu sendiri,” jelasnya.
Karena itu, Rektor meminta para peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Selama berada di Taiwan, mahasiswa diharapkan mampu mengubah pola pikir (mindset), meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta membangun kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, menjaga diri, memperhatikan kesehatan, serta mampu mengatur keuangan dengan baik.
“Anak-anak harus belajar banyak hal selama di sana. Belajar bagaimana mengubah pola pikir, menjadi lebih kreatif, inovatif, tidak boros, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Jaga diri dan kesehatan, karena itu juga bagian penting dari proses belajar,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jamaluddin juga mengutip pesan yang dikenal luas sebagai motivasi untuk menuntut ilmu hingga ke negeri jauh, yakni belajar sampai ke Negeri Cina. Menurutnya, pengalaman di luar negeri akan memberikan banyak pelajaran berharga yang dapat menjadi bekal mahasiswa ketika kembali ke tanah air.
Kepada para orang tua, Rektor berharap agar senantiasa memberikan dukungan dan doa kepada anak-anak mereka selama menjalani program magang internasional tersebut.
“Kami berharap para orang tua terus mendoakan anak-anaknya agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama mengikuti program magang. Semoga mereka bisa menyelesaikan seluruh proses dengan baik dan kembali membawa pengalaman serta ilmu yang bermanfaat,” tuturnya.
Rektor juga berbagi pengalaman mengenai kehidupan di luar negeri, khususnya di Taiwan, sebagai bekal bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi perbedaan budaya, kebiasaan, dan lingkungan selama berada di negara tersebut.
Melalui program magang internasional ini, UMS Rappang berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga memiliki wawasan global, kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi yang lebih baik






