Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai : Pelatihan Pengolahan Pengembangan Produk Zero Waste dari Kulit Pisang
PELOPORNEWS.INFO, SIDRAP –Dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan hidup telah menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Salah satu masalah lingkungan hidup yang paling serius adalah peningkatan jumlah sampah yang tidak dapat didaur ulang. Di Indonesia,
Salah satu sumber sampah yang paling besar adalah limbah kulit pisang. Namun, limbah kulit pisang ini dapat diubah menjadi produk bernilai melalui proses pengolahan dan pengembangan produk zero waste.
Pelatihan pengolahan dan pengembangan produk zero waste dari kulit pisang telah diselenggarakan oleh Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMS Rappang bersama dengan TIM PKM Risetmu yang bekerja sama dengan Nasyiatul Aisyiyah Sidenreng Rappang.

Ketua Tim Pelaksana Risetmu yaitu , Astrina Nur Inayah, S.TP., M.Si, yang didampingi oleh anggota tim Bahtiar Herman, S.E., M.M, dan Muhammad Aksan, SP., M.SC. yang juga sebagai Dosen Di UMS Rappang.
Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan limbah kulit pisang dan mengembangkan produk zero waste yang bernilai” ujar ketua Tim PKM Risetmu.

Pelatihan ini diikuti oleh pengurus Nasyiatul Aisyiyah Sidenreng Rappang, dan peserta dari berbagai masyarakat umum. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan tentang cara pengolahan limbah kulit pisang menjadi produk bernilai, seperti muffin, dodol, dan es krim. Selain itu, peserta juga diajarkan tentang cara mengembangkan produk zero waste yang bernilai dan ramah lingkungan.
Menurut Ketua Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Sidenreng Rappang (Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P), bahwa “Pelatihan pengolahan dan pengembangan produk zero waste dari kulit pisang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Dengan mengubah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi jumlah sampah yang tidak dapat didaur ulang.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengolahan limbah dan mengembangkan produk zero waste yang ramah lingkungan.
Dalam pelatihan ini, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung cara pengolahan limbah kulit pisang menjadi produk bernilai. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan produk zero waste yang mereka kembangkan.
Pelatihan ini, diharapkan semakin banyak individu yang mampu menerapkan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-hari dan menciptakan produk bernilai dari bahan yang selama ini dianggap sampah.
Inisiatif ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung ekonomi sirkular, di mana limbah diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah, sehingga memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat.





