Miris,Satu Keluarga di Panca Lautang Bilokka Tinggal Di Gubuk Reot Tak Layak Huni
PELOPORNEWS.INFO, SIDRAP – Di sudut kecil Kelurahan Bilokka, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, hidup sebuah keluarga yang harus menjalani hari-hari mereka dalam kondisi yang jauh dari layak.
Amir (50), bersama istri dan satu anaknya, terpaksa menempati rumah reot dan tidak layak huni.
Bangunan berukuran sekitar 2 x 2 meter itu berdinding potongan bambu yang telah rapuh.
Atapnya hanya terpal seadanya, sementara tangga menuju pintu dibuat dari potongan kayu hutan yang disusun ala kadarnya. Di tempat sempit dan ringkih itulah Amir dan keluarganya bertahan selama bertahun-tahun.
Bagi Amir, tinggal di tempat seperti itu bukanlah pilihan. Keterbatasan memaksanya tetap bertahan, meski rasa takut terus menyelimuti setiap malam. Ia khawatir hewan liar bisa masuk kapan saja dan membahayakan keselamatan keluarganya.
“Takut tinggal di bangunan bekas kandang ayam, tapi mau bagaimana lagi,” ucap Amir dengan suara pelan saat ditemui wartawan
Wawan, salah satu wartawan yang mendatangi lokasi, tak mampu menahan haru saat melihat langsung kondisi rumah Amir yang hanya berukuran 2 x 2 meter itu.
Dinding yang ditempel terpal untuk menahan dingin, tangga rapuh dari kayu hutan, serta atap terpal yang mudah bocor, menjadi gambaran nyata kehidupan yang serba terbatas.
Menurut Wawan, kondisi ini seharusnya mendapat perhatian serius. Ia berharap pemerintah daerah Sidrap dapat membantu Amir sekeluarga mendapatkan rumah layak huni.
“Orang seperti Pak Amir inilah yang betul-betul membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya.
Lurah Belokka, H. Alimuddin, yang ditemui di lokasi, membenarkan bahwa Amir telah lama tinggal di tempat tersebut. Ia menyebut Amir sudah menerima bantuan PKH, namun untuk program bedah rumah, Amir belum pernah tersentuh bantuan.
“Pernah kami coba usulkan bantuan bedah rumah, tapi terkendala akses jalan masuk ke rumahnya yang sulit ditempuh,” kata Alimuddin.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidrap, Wahida Alwi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Jumat, 14 November 2025, mengaku belum mengetahui secara detail kondisi Amir.
Namun ia meminta agar data lengkap Amir segera dikirimkan agar pihaknya bisa menurunkan tim untuk melakukan asesmen.
“Mohon dibantu datanya, supaya anggota kami bisa segera turun melakukan asesmen,” ujarnya.





