Pelatihan Penguatan SDM Kesejahteraan Sosial di Desa Buae Ditutup Kepala Balai BBPPKS Makassar, Dorong Terwujudnya Kampung Sejahtera, Masyarakat Mandiri
PELOPORNEWS.SIDRAP – Pelatihan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar bekerja sama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin melalui Program Kampung Sejahtera di Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, resmi ditutup pada Kamis (6/8/2026).

Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala BBPPKS Makassar, Wiwit Widiansyah. Turut hadir Kepala Bidang Daya Sosial Dinas Sosial Sidrap Takdir Ali, Kepala Desa Buae Ir. H. Laupe Umar, Koordinator Tim PKH Sidrap, perwakilan Inkubator Bisnis Makassar, para pendamping Kementerian Sosial, serta seluruh peserta yang terdiri atas Pilar Sosial dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH Desa Buae.
Ketua panitia, Mulyadi, melaporkan bahwa pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Agustus 2026, dengan dua fokus kegiatan, yakni pelatihan bagi Pilar Sosial dan KPM Desa Buae.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesejahteraan sosial, memperkuat pemahaman mengenai proses menuju kesejahteraan yang efektif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat Desa Buae.
Kepala Desa Buae, Ir. H. Laupe Umar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BBPPKS Makassar beserta jajaran yang telah memilih Desa Buae sebagai salah satu desa percontohan dalam pengembangan SDM menuju desa mandiri.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai pada pelatihan saja, tetapi dapat berlanjut sehingga memiliki output yang benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Buae,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPPKS Makassar, Wiwit Widiansyah, mengatakan pelatihan penguatan SDM kesejahteraan sosial bagi 45 orang Pilar Sosial serta pembinaan Kampung Sejahtera melalui pelatihan bagi 32 orang KPM PKH potensial graduasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi kesejahteraan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, para Pilar Sosial seperti Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, dan tenaga kesejahteraan sosial lainnya merupakan ujung tombak dalam memastikan program-program sosial dapat menjangkau dan memberdayakan masyarakat secara nyata.
Ia juga menegaskan bahwa pelatihan bagi KPM PKH potensial graduasi menjadi momentum penting untuk bertransformasi dari penerima bantuan menjadi keluarga yang mandiri dan berdaya. Melalui pelatihan tersebut, para peserta memperoleh bekal keterampilan, pengetahuan, serta akses terhadap peluang usaha dan program pemberdayaan sosial sebagai jalan menuju graduasi dan keluar dari kemiskinan.
Kepada mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin yang terlibat dalam program tersebut, Wiwit berpesan agar pengalaman di lapangan menjadi bekal untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial.
“Jadikan ilmu yang diperoleh bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai panggilan pengabdian nyata di tengah masyarakat. Kalian adalah generasi penerus yang akan meneguhkan peran perguruan tinggi sebagai mercusuar perubahan dan kesejahteraan bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan membangun kemandirian masyarakat, tetapi juga membentuk ekosistem graduasi KPM yang integratif dan kolaboratif melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sektor sosial, koperasi dan UMKM, perdagangan dan perindustrian, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki modal sosial yang kuat berupa budaya gotong royong dan solidaritas masyarakat yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan Program Kampung Sejahtera.
“Melalui kegiatan ini kita meneguhkan komitmen bersama bahwa kesejahteraan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan gerakan kolektif seluruh elemen masyarakat. Mari kita gaungkan semangat ‘Bantuan Sosial Sementara, Berdaya Selamanya’, agar setiap intervensi sosial tidak berhenti pada bantuan semata, tetapi berlanjut menjadi pemberdayaan yang mampu mengubah kehidupan masyarakat menuju kesejahteraan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini kepala BBPPKS Makassar menyerahkan bantuan Pasilitas kepada KPM berupa Kompor gas dan wajan penggorengan (UM)





