Januari 24, 2026

Penyambutan Spektakuler, Syakira Sang Peri Kecil Sidrap Bikin Sejarah Antusias Warga Membludak dari Makassar hingga Sidrap

Screenshot_20251123-162539

PELOPORNEWS.INFO,SIDRAP — Momen kepulangan Syakira, kontestan cilik Dangdut Academy 7 (DA7) asal Kabupaten Sidenreng Rappang, menjadi sejarah baru bagi dunia hiburan lokal. Meski perjuangannya harus terhenti di babak Top 7, antusiasme dan kecintaan masyarakat Sulawesi Selatan justru memuncak. Ribuan pendukung memadati jalur yang dilalui Syakira sejak tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Minggu, 23 November 2025.

Tidak hanya menunggu di bandara, masyarakat dari berbagai daerah tampak memadati sepanjang Jalan Trans Sulawesi demi melihat langsung sang “Peri Kecil Sidrap”. Beberapa warga bahkan nekat mencegat kendaraan rombongan hanya agar bisa melambaikan tangan dan menyapa idola cilik mereka. Arus lalu lintas sempat tersendat dan mengalami kemacetan panjang akibat padatnya massa yang berkumpul.

Tak sedikit warga yang rela menunggu berjam-jam di tengah hujan, tanpa menghiraukan cuaca buruk, hanya demi menyaksikan Syakira melintas. Sorak-sorai dan teriakan penyemangat terus menggema sepanjang perjalanan menuju Sidrap.

Syakira, yang berhasil menembus jajaran Top 7 Dangdut Academy 7, mendapatkan izin dari Indosiar untuk pulang kampung selama tiga hari. Ia dijadwalkan berada di Sulawesi Selatan mulai 23 November hingga kembali ke Jakarta pada 26 November 2025.

Setibanya di Sidrap, Syakira langsung dijadwalkan bertemu Bupati Sidrap di Rumah Jabatan Bupati, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Pangkajene. Agenda kemudian berlanjut pada 24 November, di mana Syakira akan menghadiri pertemuan dengan jajaran SKPD Pemkab Sidrap.

Puncak acara digelar pada malam hari, 24 November 2025, berupa konser dan temu fans di Lapangan Andi Takko, Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue. Ribuan pendukung diperkirakan akan kembali hadir untuk merayakan kepulangan Syakira sebelum ia kembali bertolak ke Jakarta pada 26 November.

Kehadiran Syakira tak hanya menggerakkan masyarakat Sidrap, tetapi juga menjadi bukti bahwa dukungan lokal terhadap talenta muda daerah begitu besar. Sang “Peri Kecil Sidrap” pulang bukan sebagai kontestan yang tersenggol, tetapi sebagai kebanggaan warga Sulawesi Selatan.