PT Cipta Agro Sakti (CAS) Diduga Abaikan Kesejahteraan Warga Desa Kolo Atas
Morowali Utara Pelopornews– Puluhan warga Desa Kolo Atas, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, mengumumkan perang terhadap PT Cipta Agro Sakti (CAS). Aksi pemblokiran jalan menuju perkebunan sawit perusahaan pada Kamis (19/6) menjadi bukti nyata kemarahan warga yang merasa ditipu janji manis. Pertemuan yang dijanjikan pada 19 Juni 2025 oleh PT CAS malah menguap bak asap, meninggalkan warga yang hanya mendapatkan janji palsu.
Tuntutan warga bukan isapan jempol. Tiga poin utama yang diajukan – transparansi areal plasma seluas 1.000 hektare, kesejahteraan pekerja lokal, dan transparansi bagi hasil (SHU) – terkesan diabaikan PT CAS. Mobil tangki perusahaan yang mencoba menerobos blokade warga menjadi simbol arogansi perusahaan yang mengabaikan hak-hak masyarakat.
Kepala Desa Kolo Atas, Abd Asyir, dengan tegas menyatakan aksi ini bukan ulah segelintir orang, melainkan representasi seluruh warga yang selama ini merasa diperlakukan tidak adil. “Hutan kami sudah diserahkan, tapi kesejahteraan yang dijanjikan tak kunjung tiba,” ujar salah satu warga dengan nada getir.
Warga Desa Boba pun ikut bersuara, menuntut agar pembagian lahan pembibitan 30 persen hanya melibatkan lahan milik mereka. Ketidakhadiran PT CAS dalam rapat yang telah dijadwalkan semakin memperkuat dugaan bahwa perusahaan sengaja mengabaikan aspirasi masyarakat.
Aksi pemblokiran jalan akan terus berlanjut hingga PT CAS menunjukkan itikad baik dan memenuhi tuntutan warga. Kepercayaan masyarakat yang telah terkhianati harus dipulihkan dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji-janji kosong. Jika PT CAS tetap bersikukuh mengabaikan tuntutan warga, konflik ini berpotensi semakin membesar dan berujung pada kerugian besar bagi perusahaan. Jangan sampai keuntungan ekonomi perusahaan mengorbankan kesejahteraan masyarakat. (*)


