Semangat Belajar Tetap Menyala: Penyaluran Beasiswa KUAAT & SimPel Hadir di Desa Babana

MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS— Lapangan Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, berubah menjadi lautan harapan. Ratusan siswa SD dan SMP beserta orang tua berkumpul dalam suasana penuh sukacita, saat Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menyalurkan Beasiswa KUAAT sekaligus membuka akses SimPel (Simpanan Pelajar) bagi para penerima manfaat.

Bantuan Langsung di Tangan, Tabungan Sejak Dini
Kegiatan ini merupakan rangkaian penyaluran bertahap program unggulan KUAAT (Komitmen Untuk Anak Tidak Mampu dan Anak Berprestasi) yang telah menjangkau 1.143 siswa di seluruh Mamuju Tengah. Di Kecamatan Budong-Budong, bantuan diserahkan langsung kepada para penerima dengan nominal Rp450.000 untuk jenjang SD dan Rp500.000 untuk jenjang SMP.
Yang istimewa, penyaluran ini juga terintegrasi dengan program SimPel — Simpanan Pelajar, sebuah tabungan khusus siswa yang dikelola melalui kerjasama perbankan. Setiap penerima beasiswa sekaligus dibukakan rekening tabungan pribadi, menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sekaligus memudahkan penyaluran bantuan secara aman dan transparan .
“Bukan sekadar bantuan dana — kami ingin anak-anak belajar mengelola keuangan, menabung untuk masa depan, dan memahami bahwa pendidikan adalah investasi terbaik,” ujar salah satu pejabat Pemkab Mamuju Tengah di lokasi acara.
Hadir Langsung, Merangkul dari Desa
Acara di Desa Babana dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta para kepala sekolah se-Kecamatan Budong-Budong. Kehadiran mobil kas keliling memudahkan orang tua menarik dana tanpa harus jauh-jauh ke kantor bank.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamuju Tengah menegaskan:
“Siswa yang sudah menerima Program Indonesia Pintar (PIP) tidak dapat menerima KUAAT, agar bantuan benar-benar merata dan tepat sasaran. Verifikasi dilakukan bertahap — dari sekolah ke kabupaten — sehingga tidak ada yang tertinggal maupun terduplikasi,” jelasnya.
Pesan Paling Berharga
Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., melalui perwakilannya menegaskan tekad pemerintah daerah:
“Tidak boleh ada satu pun anak di Mamuju Tengah yang berhenti sekolah karena alasan biaya. Jika masih ada — sampaikan kepada kami. KUAAT hadir untuk menjembatani harapan, dan SimPel hadir untuk menjaga masa depan kalian.”
Penutup
Di bawah tenda yang membentang di lapangan Desa Babana, bukan sekadar uang yang diserahkan — melainkan harapan, kepercayaan, dan jaminan bahwa setiap anak berhak bermimpi. Dengan beasiswa di tangan dan tabungan masa depan di rekening, para siswa Budong-Budong melangkah lebih yakin menuju hari esok yang lebih cerah.
Penyaluran ke kecamatan lainnya akan terus berlanjut. Satu pesan sederhana namun kuat: bersekolah itu hak, dan kami pastikan tak ada yang terhenti.
Pewarta Satria
Editor Ms.Hanafi





