Semangat Pendidikan Berkobar di Mahahe: 237 Siswa Tobadak Terima Beasiswa KUAAT, Tak Ada yang Putus Sekolah!

MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS— Lapangan Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak, berubah menjadi lautan harapan pagi ini, Selasa (6/10/2026). Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah kembali menyalurkan Beasiswa KUAAT Tahun 2026, menyentuh langsung 237 siswa jenjang SD dan SMP se-Kecamatan Tobadak.
Suasana penuh sukacita menyelimuti acara. Ratusan siswa didampingi orang tua berkumpul untuk menerima bantuan pendidikan yang menjadi penopang masa depan mereka. Penyaluran ini adalah gelombang kedua setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Topoyo.

Bantuan Nyata, Harapan yang Dijaga
Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., hadir langsung di tengah warga. Ia menegaskan bahwa KUAAT bukan sekadar bantuan dana, melainkan jaminan negara bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali.

“Di seluruh Mamuju Tengah, total ada 1.143 siswa yang kami rangkul. Hari ini di Tobadak sendiri, 237 anak menerima manfaat — SD sebesar Rp450 ribu dan SMP Rp500 ribu per orang. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu, tanda kami tak henti memperluas jangkauan,” ujar Bupati di hadapan para penerima.

Dana disalurkan melalui Bank Sulselbar dengan mobil kas keliling hadir langsung di lokasi — agar orang tua tak perlu jauh-jauh ke kantor bank.
Sinergi Penuh: Pejabat & Tokoh Masyarakat Bersatu

Acara ini dihadiri para pemangku kepentingan:
– Ketua Komisi III DPRD Mamuju Tengah, Herman MT — menyerahkan bantuan secara simbolis
– Anggota DPRD Bandia dan Ilham Yunus
– Sekretaris Daerah Litha Febriani
– Wakapolres Mamuju Tengah Kompol Mukhtar Mahdi — mewakili Kapolres, menegaskan Polri dukung penuh pendidikan anak negeri
– Kepala BPKPAD, Inspektur Inspektorat, serta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan
Herman MT dalam sambutannya menyampaikan: “Kehadiran kami di sini adalah bukti DPRD bersama Pemkab satu tekad — anak-anak Tobadak harus tetap bersekolah. Kami pantau bersama, pastikan bantuan ini sampai tepat sasaran.”

Tertib & Adil: Penerima PIP Tidak Ganda
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Marhuddin, menegaskan ketentuan agar bantuan merata:
– Siswa yang sudah menerima Program Indonesia Pintar (PIP) TIDAK boleh menerima KUAAT — agar tak terjadi tumpang tindih
– Verifikasi dilakukan bertahap: sekolah → Disdikbud → ditetapkan lewat SK Bupati
– Prioritas: siswa dari keluarga kurang mampu DAN siswa berprestasi
“Setiap rupiah harus menjangkau yang benar-benar membutuhkan. Keadilan adalah kunci program ini,” tegas Marhuddin.
Pesan Paling Menyentuh
Bupati Arsal Aras kembali menegaskan tekadnya:
“Saya berpesan kepada seluruh warga Tobadak: jika masih ada anak yang terpaksa berhenti sekolah karena masalah biaya — sampaikan kepada kami. KUAAT hadir untuk mencegah hal itu terjadi. Tidak boleh ada satu pun anak Mamuju Tengah terhenti mengejar cita-citanya.”
Bantuan ini diharapkan tak sekadar meringankan beban orang tua, tetapi menumbuhkan semangat belajar di setiap siswa: kamu diperhatikan, didukung, dan diharapkan berhasil.
Penutup
Penyaluran di Tobadak ini menjadi bagian dari agenda bertahap ke lima kecamatan di Mamuju Tengah. Harapannya sederhana namun agung: setiap anak di desa terpencil sekalipun, tetap bisa memegang buku, duduk di bangku sekolah, dan bermimpi setinggi langit.
Lapangan Desa Mahahe hari ini bukan sekadar tempat penyerahan bantuan — ia adalah simbol: pendidikan tak mengenal jarak, kemiskinan bukan penghalang masa depan, dan anak-anak adalah harta paling berharga yang dijaga bersama.
Pewarta Satria
Editor Ms. Hanafi





