Januari 17, 2026

Wahyudin Moridu Meratapi Nasib: Penyesalan Mendalam di Tengah Proses Pemecatan

Screenshot_20250920_221402_Facebook

GORONTALO PELOPORNEWS—Wahyudin Moridu, anggota DPRD Gorontalo, kini hanya bisa meratapi nasibnya. Penyesalan mendalam tergambar jelas, saat ia mengingat kembali percakapannya dengan sang istri, Mega Nusi. Rekaman yang diunggah Mega di media sosial, menjadi saksi bisu kehancuran kariernya.

 

“Apapun yang terjadi, kita akan selalu ada untukmu,” kalimat itu terus terngiang di telinganya, kontras dengan ketidakpastian yang kini menghantuinya. Wahyudin, yang dulu terlena dengan gemerlap dunia politik, kini menyadari betapa berharganya keluarga dan perjuangan masa lalu. Ia merasa “kufur nikmat,” melupakan pengorbanan orang-orang terdekat demi mengejar ambisi duniawi.

Ketua BK DPRD Gorontalo, Fikram Salilama, membenarkan bahwa Wahyudin telah dimintai klarifikasi terkait pernyataannya yang kontroversial. Dengan suara bergetar, Wahyudin mengaku tidak sadar saat melontarkan ucapan soal “merampok uang negara agar negara semakin miskin.” Ia berdalih berada dalam kondisi mabuk saat video perjalanan membawa “hubungan gelap” ke Makassar itu direkam, sebuah perjalanan yang ia sebut menggunakan uang negara.

 

Namun, penyesalan Wahyudin mungkin sudah terlambat. Partai tempatnya bernaung, PDIP, tak tinggal diam. Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan proses pemecatan Wahyudin tengah berjalan. Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa surat pemecatan telah resmi dikeluarkan, dan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) sedang disiapkan.

 

Di tengah proses yang berjalan, Wahyudin hanya bisa menyesali perbuatannya. Karier politik yang dibangun dengan susah payah terancam hancur dalam sekejap. Keluarga yang dulu menjadi prioritas, kini harus menanggung malu dan derita. Penyesalan mendalam terus menghantuinya, saat menyadari bahwa semua yang dimilikinya bisa saja hilang, akibat keserakahan dan kebodohan yang tak terkendali.