🤲 Di Tengah Kekeringan, Bupati Arsal Aras Gelar Salat Istighosah — Bukan Sekadar Mohon Hujan, Tapi Muhasabah Diri
MAMUJU TENGAH PELOPORNEWS— Suasana penuh kekhusyukan dan kerendahan hati menyelimuti Halaman Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis pagi (20/8/2026). Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Salat Istighosah bersama, sebuah ikhtiar kolektif untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Mamuju Tengah Dr. H. Arsal Aras, SE., M.Si., Wakil Bupati, Kapolres Mamuju Tengah, para Asisten, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mamuju Tengah.
💧 Kekeringan Bukan Hanya Tanah, Tapi Juga Hati
Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Bupati Arsal Aras menegaskan bahwa pelaksanaan salat istighosah bukan sekadar kegiatan untuk memohon turunnya hujan semata, melainkan momen berharga untuk merendahkan diri, memperbanyak istighfar, serta melakukan introspeksi diri di hadapan Allah SWT.
“Pada pagi yang penuh harap ini, kita berkumpul bukan karena perayaan. Kita hadir bukan pula untuk menunjukkan kekuatan kita sebagai manusia. Kita hadir dengan hati yang tunduk, kepala yang tertunduk, kedua tangan yang diangkat — mengakui bahwa sesungguhnya kita adalah hamba yang lemah di hadapan Allah Yang Maha Kuasa,” ujar Bupati dengan penuh kekhusyukan.
Beliau menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Mamuju Tengah merasakan betapa berharganya tetesan rahmat dari langit. Sawah mulai mengering, kebun merindukan air, sungai-sungai menyusut, dan para petani mulai merasakan beratnya ujian alam ini.
Namun Bupati mengingatkan makna yang lebih dalam:
“Sesungguhnya kekeringan yang kita takutkan bukan hanya kekeringan tanah, tetapi juga kekeringan hati dan lupa mengingat Allah SWT.”
🤝 Muhasabah Bersama — Tanpa Beda Jabatan, Hanya Ketakwaan
Salat istighosah ini ditekankan harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri: memperbanyak istighfar, memperkuat ukhuwah, memperbanyak sedekah, menjauhi kezaliman, serta kembali kepada jalan yang diridhai Allah SWT.
“Mungkin selama ini ada hak orang lain yang belum kita tunaikan, ada amanah yang belum kita jaga dengan baik, ada lisan yang pernah menyakiti, tangan yang pernah berbuat salah, atau hati yang terlalu jauh dari mengingat Allah SWT,” tuturnya mengajak seluruh hadirin melakukan muhasabah diri.
Bupati juga menegaskan bahwa di hadapan Allah SWT tidak ada perbedaan jabatan, kedudukan, maupun status sosial. Yang membedakan hanyalah ketakwaan. Semua berdiri setara, sama-sama memohon ampunan dan pertolongan.
🤲 Doa Tulus: Semoga Hujan Menjadi Berkah, Bukan Bencana
Di akhir sambutannya, Bupati Arsal Aras memanjatkan doa tulus untuk seluruh masyarakat Mamuju Tengah:
“Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengangkat segala musibah yang sedang kita hadapi, serta membawa keberkahan — bukan bencana. Semoga hujan yang turun menjadi hujan yang menyuburkan sawah.”
Beliau juga mendoakan agar para petani diberikan hasil panen yang melimpah, para nelayan diberikan keselamatan, para pedagang diberikan keberkahan rezeki, serta anak-anak Mamuju Tengah diberikan masa depan yang cerah.





