Januari 24, 2026

Sidrap Bertransformasi: Panen 3 Kali Setahun, Antara Mimpi dan Realita

FB_IMG_1757228370373

Bupati Syahruddin Alrif Targetkan Panen 3 Kali Setahun: Mungkinkah?

 

SIDRAP, PELOPORNEWS – Sebuah gebrakan baru datang dari Bupati Sidrap, Syahruddin Alrif, yang mencanangkan program revolusioner: tiga kali panen padi dalam setahun! Sontak, rencana ini menuai pro dan kontra, dengan banyak pihak yang meragukan realisasinya.

 

Namun, sang bupati tak gentar. Ia melihat potensi besar di kalangan petani Sidrap, khususnya mereka yang menggarap sawah irigasi. “Selama ini, ada masa istirahat sekitar 4 bulan setelah panen. Kita minimalisir waktu tersebut dengan kebersamaan dan strategi yang tepat,” ujarnya suatu ketika penuh keyakinan.

 

Kunci dari program ini adalah penggunaan bibit unggul “tergenja” yang diklaim dapat dipanen dalam waktu 70 hari saja. Sebuah terobosan yang menjanjikan, namun tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

 

Mattau Kulattang, Ketua LSM KIPFA RI, menyambut baik inisiatif ini, namun menekankan pentingnya “Tudang Sipulung” (duduk bersama) yang melibatkan tokoh tani, tokoh adat, tokoh muda, dan pihak terkait lainnya. “Masukan dari berbagai elemen sangat penting agar rencana ini bisa tercapai,” ungkapnya.

 

Kulattang juga mengingatkan tentang tantangan yang ada, seperti minimnya petani maju dan langkanya petani madya di Sidrap. “Tapi kita tidak boleh menyerah. Semangat ‘dimana ada kemauan, disitu ada jalan’ dari pesan nenek tani terdahulu harus terus membara,” tegasnya.

 

Untuk menyukseskan program ini, Kulattang mengusulkan percepatan di berbagai lini, mulai dari umur genjah bibit, waktu turun sawah, hingga percepatan hambur benih.

 

Menariknya, dalam menghadapi hama dan jazad pengganggu, disarankan Bupati Syahruddin menyerahkan urusan “doa” kepada ahlinya. Sebuah pendekatan unik yang mencerminkan kearifan lokal dan kepercayaan spiritual masyarakat Sidrap.

 

Akankah program ambisius ini berhasil mengubah wajah pertanian Sidrap? Mari kita nantikan (*)