Januari 17, 2026

Kisah Inspiratif : Bupati Sidrap dan Wakil Rektor Unhas, Perjuangan dari Kamar Indekos Sederhana

Dari Kamar 2 x 3 meter, Dua bersaudara raih Puncak Sukses

Pelopornews.info, – Kehidupan masa muda seringkali dipenuhi tantangan dan keterbatasan. Hal ini dialami oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dan Wakil Rektor 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. drg. Muhammad Ruslin, dua bersaudara yang perjalanan hidupnya begitu inspiratif. Kisah mereka bermula di sebuah kamar indekos berukuran hanya 2×3 meter persegi di kawasan Tamalanrea Jaya, Makassar. Di sanalah, mereka berdua, bersama seorang teman, menghabiskan masa-masa kuliah mereka.

Bayangkan, tiga orang berbagi satu kamar sempit dengan kasur sederhana yang diletakkan di atas bangku kayu. “Siapa yang tidur lebih cepat, dia yang dapat tidur di atas kasur,” kenang Syahar, sapaan akrab Syaharuddin Alrif, sambil tersenyum mengenang masa sulit tersebut.

Meskipun hidup serba kekurangan, semangat mereka tak pernah padam. Syahar bertanggung jawab atas urusan dapur, memasak dan mencuci piring, sementara kedua temannya mengumpulkan uang saku untuk biaya kuliah. Dari keterbatasan ini, lahir tekad dan cita-cita besar: suatu hari nanti, mereka ingin membeli rumah indekos yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka.

Doa dan kerja keras mereka akhirnya terjawab, meskipun bukan Syahar yang mewujudkannya. Prof. Ruslin, sang kakak, kini berhasil memiliki rumah indekos tersebut – sebuah bukti nyata bahwa ketekunan dan kesungguhan akan membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, dengan usaha, doa, dan prinsip ‘man jadda wa jadda’ – barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil – kami bisa membuktikan bahwa siapa pun bisa meraih impian,” ujar Syahar dengan penuh kebanggaan.

Kini, Syahar memimpin Kabupaten Sidrap sebagai Bupati, sementara Prof. Ruslin mengemban amanah sebagai Wakil Rektor 1 Unhas. Prof. Ruslin menggambarkan Syahar sebagai pribadi yang rajin, jujur, dan berani. “Dahulu dia bukan nakal, tapi pintar. Dia bisa sekolah di mana-mana,” kenangnya. Satu pesan penting selalu diingatkannya kepada Syahar: menjaga kesehatan dengan menghindari rokok, karena masyarakat Sulawesi Selatan sangat membutuhkan sosok pemimpin seperti dirinya.

Dengan jabatan yang mereka sandang, keduanya berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi pembangunan Sidrap dan Sulawesi Selatan. “Kami ingin memastikan masyarakat Sidrap bisa macca massikola – semangat belajar terus berkembang,” tegas Syahar. Unhas, tambahnya, akan terus mendukung pembangunan di Sidrap, terutama dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Perjalanan hidup Syaharuddin Alrif dan Prof. drg. Muhammad Ruslin adalah bukti nyata bahwa kerja keras, doa, dan ketulusan mampu mengubah nasib. Dari sebuah kamar indekos kecil di Tamalanrea Jaya, mereka kini berdiri sebagai pemimpin yang berkomitmen untuk membawa perubahan bagi masyarakat. ( MsH )