Mei 2, 2026

Drama Air Mata di Barombong: Terlilit Utang, Pemuda Nekat Curi Pisang, Endingnya Bikin Haru!  

1756361559311

Gowa, Pelopornews – Kisah pilu sekaligus mengharukan terjadi di Barombong, Gowa. Erlangga, seorang pemuda yang terlilit masalah ekonomi, nekat mencuri pisang milik tetangganya, Rustam. Namun, akhir dari kejadian ini sungguh tak terduga dan menginspirasi banyak orang.

 

Erlangga mengaku terpaksa mencuri pisang milik Rustam karena desakan ekonomi. Ia membutuhkan uang untuk membayar cicilan koperasi sebesar Rp100 ribu per minggu. Dua tandan pisang hasil curiannya sempat dijual seharga Rp150 ribu di wilayah Tamalate, Makassar.

 

Namun, aksinya terhenti saat polisi berhasil menangkapnya. Di hadapan aparat dan Rustam, Erlangga tak kuasa menahan tangis. Ia berulang kali meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

 

Hati Nurani Bicara, Rustam Maafkan Erlangga

 

Melihat ketulusan Erlangga, Rustam, sang pemilik pisang, tergerak hatinya. Ia memutuskan untuk mencabut laporan dan memaafkan Erlangga. Momen perdamaian ini berlangsung di hadapan Kapolsek Barombong, tokoh masyarakat, aparat desa, hingga perwakilan pemerintah kecamatan.

 

“Pertimbangannya, ini baru pertama kali dilakukan, motifnya karena kebutuhan ekonomi, dan korban sudah memaafkan dengan jiwa yang besar,” ujar MAS, Kapolsek Barombong, minggu lalu Rabu (20/8/2025).

 

MAS menegaskan bahwa penyelesaian ini bukan berarti membenarkan pencurian. Namun, restorative justice tetap memberikan efek jera sekaligus menjaga harmoni sosial.

 

Polisi Ulurkan Tangan, Beri Bantuan untuk Korban dan Pelaku

 

Sebagai bentuk kepedulian, pihak kepolisian juga menyerahkan bantuan uang dan sembako bagi Rustam dan Erlangga. Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar, menambahkan bahwa langkah ini dilakukan karena syarat hukum dan sosial terpenuhi.

 

“Kerugian yang ditaksir sekitar Rp300 ribu sudah dipulihkan. Proses ini juga disaksikan aparat desa, keluarga, dan unsur pemerintah sehingga ada pengawasan sosial,” ucap Bachtiar.

 

Kisah Erlangga dan Rustam ini menjadi bukti bahwa kebaikan dan kemanusiaan masih ada di tengah kesulitan ekonomi. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita semua untuk saling membantu dan memaafkan. (*)