Wakili Bupati Polewali Mandar,Dr.Aco Musaddad Serukan Keteladanan Rasulullah Di Era Modern

POLEWALI MANDAR PELOPORNEWS — Staf Ahli Bupati Polewali Mandar Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Aco Musaddad HM, mewakili Bupati Polewali Mandar sekaligus menyampaikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Raudatullibin Madatte, Polewali Mandar.
Mengangkat tema “Meneladani Kesederhanaan dan Kerendahan Hati Rasulullah SAW di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi,” Aco mengajak masyarakat menjadikan Maulid bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat akhlak dan melakukan perubahan dalam kehidupan.
«“Kita boleh memiliki rumah yang besar, kendaraan yang bagus, ilmu yang luas dan jabatan yang tinggi. Tetapi jangan sampai semua itu membuat hati kita menjadi sempit dan merasa lebih tinggi daripada orang lain,” ujar Aco.»
Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan kepemimpinan yang tidak berorientasi pada pelayanan kepada diri sendiri, tetapi pada pengabdian kepada umat dan keluarga. Ia mengutip hadis riwayat Bukhari yang menyebut Rasulullah SAW biasa membantu pekerjaan keluarganya.
Aco juga menyoroti tantangan era digital. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus diimbangi dengan iman dan akhlak.
«“Kita bisa mengejar likes, tetapi jangan lupa mengejar ridha Allah. Kita boleh membangun personal branding, tetapi jangan lupa membangun akhlak,” tegasnya.»
Dalam ceramahnya, Aco menekankan tiga pilar pembentukan generasi, yakni masjid, rumah dan sekolah. Masjid harus menjadi pusat pembinaan dan peradaban; rumah menjadi madrasah pertama bagi anak; sedangkan sekolah menjadi tempat menyatukan ilmu, karakter dan akhlak.
“Anak-anak lebih mudah meniru daripada mendengar. Karena itu, keteladanan orang tua, guru, dan para pemimpin menjadi kunci pendidikan karakter,” katanya.
Aco mengajak masyarakat menghadapi globalisasi tanpa kehilangan iman, budaya dan jati diri. Menurutnya, generasi muda harus dibekali ilmu, kemampuan berpikir kritis, akhlak, serta keteladanan agar mampu memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan.
Menutup ceramahnya, Aco menegaskan bahwa keberhasilan Maulid bukan diukur dari kemeriahan acaranya, tetapi dari perubahan perilaku setelahnya.
«“Jangan sampai setelah Maulid yang tersisa hanya foto dan dokumentasi. Mari jadikan Maulid sebagai momentum memperbaiki salat, memperkuat keluarga, menghormati guru, peduli kepada sesama, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.”»
Ia berharap semangat Maulid Nabi menjadi energi moral untuk membangun Polewali Mandar yang religius, berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi perubahan zaman.





