Air Mata Bahagia Warnai Seminar Hasil Tesis Mahasiswi Magister Administrasi Publik UMS Rappang

PELOPORNEWS.SIDRAP – Momen haru mewarnai ujian tesis Nur Annisa, mahasiswi Program Magister Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Ia tak kuasa menahan tangis saat mendengar hasil penilaian dari tim penguji. Tangis yang semula diliputi kesedihan mendadak berubah menjadi kebahagiaan.
Peristiwa tersebut terjadi saat Nur Annisa mengikuti seminar hasil tesis di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (5/11/2026).
Awalnya, Annisa mengira hasil ujian yang disampaikan para penguji tidak sesuai dengan harapannya. Ia pun tampak kecewa hingga beberapa kali menyeka air mata yang terus mengalir.
Namun, suasana berubah ketika para penguji mengungkap bahwa penilaian awal tersebut hanyalah kejutan. Annisa ternyata berhasil meraih nilai 93,3 dengan predikat A.
Rasa haru dan bahagia pun tak terbendung. Air mata yang sebelumnya jatuh karena kecewa seketika berubah menjadi tangis kebahagiaan setelah mengetahui hasil akhir perjuangannya menyelesaikan studi magister.
Diketahui, tesis yang dipertahankan Annisa mengangkat tema model tata kelola kolaboratif Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa di Desa Sipodeceng.
Ujian tesis tersebut menghadirkan tiga orang penguji, yakni Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si. selaku ketua penguji, serta Dr. Andi Nilwana, S.E., M.Si. dan Prof. Dr. Hj. Nurjannah Nonci, M.Si. sebagai anggota penguji.
Dikonfirmasi seusai ujian, Nur Annisa mengaku tidak menyangka mendapatkan kejutan dari tim penguji. Ia sempat mengira penilaian yang disampaikan sebelumnya merupakan hasil akhir.
“Karena kata-kata penguji diulang, saya sempat berpikir hasilnya tidak sesuai harapan. Ternyata mereka memberikan kejutan,” ungkap Annisa.
Ia mengaku sangat bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan magister di UMS Rappang. Menurutnya, dukungan dosen dan tenaga kependidikan menjadi salah satu faktor penting yang membantunya melewati proses perkuliahan hingga ujian tesis.
“Mulai dari pendaftaran, perkuliahan, sampai proses pembimbingan, saya merasa sangat dibantu oleh dosen-dosen dan staf yang ada di UMS Rappang,” tuturnya.
Annisa mengakui perjalanan menyelesaikan studi S2 tentu saja tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya merasa lelah. Namun, motivasi dari dosen, orang tua, dan keluarga membuatnya kembali bersemangat.
“Sukanya banyak, dukanya juga ada. Tetapi, saya selalu mendapat motivasi dari dosen, orang tua, dan keluarga,” katanya.
Di sisi lain, ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama menempuh pendidikan magister, mulai dari bertemu teman-teman baru hingga memperoleh pengetahuan yang semakin luas.
Keputusan Annisa melanjutkan pendidikan S2 juga dilatarbelakangi keinginannya memperdalam ilmu administrasi publik. Apalagi, bidang tersebut sejalan dengan latar belakang pendidikan sarjananya.
Ke depan, ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS Rappang dapat membantunya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuan administrasi publik.
Namun, di balik keberhasilan meraih gelar magister, tersimpan harapan sederhana yang menjadi motivasi terbesarnya selama ini, yakni dapat membantu sang ibu dan meringankan beban keluarga.
“Setidaknya, saya bisa membantu ibu dan tidak lagi memberatkan beliau dalam memenuhi biaya hidup,” tutupnya.
Tangis haru Nur Annisa menjadi gambaran bahwa di balik keberhasilan akademik, ada perjuangan panjang, dukungan keluarga, serta orang-orang yang terus memberikan semangat hingga akhirnya mampu mencapai garis akhir.





