September 24, 2026

STOK BERAS DI BULOG POLMAN HINGGA AKHIR SEPTEMBER 2026 DINYATAKAN AMAN  

SGN_09_24_2026_1790249874162

Polman Pelopornews— Perum Bulog Kantor Cabang Polewali Mandar(Polman) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) tetap dalam kondisi aman hingga akhir September 2026,

 

Pimpinan Cabang Perum Bulog Polman, Haidir Alamsyah, menyampaikan bahwa hingga saat ini total stok beras yang tersimpan di kompleks pergudangan Campurjo, Polewali, serta gudang-gudang di Binuang dan Wonomulyo tercatat dalam jumlah yang memadai.

 

“Sampai akhir September 2026 ini, stok beras kami aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Polman. Tidak ada kekhawatiran terkait kelangkaan pasokan,” ujar Haidir,Kamis (24/9/2026).

 

Hingga akhir September 2026, stok beras di gudang Bulog Polman tercatat mencapai 25.000 ton, jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sampai akhir Desember 2026

 

Meski di beberapa wilayah terdampak kemarau panjang, Bulog Polman tetap mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal. Selama musim panen yang berlangsung, Bulog telah menyerap hasil panen petani dalam jumlah besar, sehingga posisi stok tetap terjaga kokoh.

 

Stok tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan harian masyarakat, tetapi juga menopang pelaksanaan berbagai program pemerintah, antara lain:

 

– Penyaluran Bantuan Pangan Beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

– Operasi Pasar Khusus / Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkab Polman

– Stabilisasi harga beras di pasar tradisional

 

“Kami terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan di pasar. Jika diperlukan, kami siap menambah pasokan melalui penyaluran SPHP agar harga tetap terkendali,” tambah Haidir.

 

Warga masyarakat Polman diimbau tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau menimbun beras, mengingat pasokan dipastikan aman dan tersedia terus-menerus hingga akhir tahun dan seterusnya.

 

Bulog Polman juga menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan TPID Kabupaten Polman, DPKP, serta instansi terkait guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang akhir tahun 2026.