Oktober 31, 2026

Cerita Unik di Akhir Bulan: Tanggal Ganjil Berturut-Turut, SPBU Massemba Keluarkan Kebijakan Khusus Satu Hari

SGN_10_31_2026_1793429077310

ENREKANG PELOPORNEWS— Sebuah situasi unik terjadi di awal bulan ini yang memicu kebijakan istimewa di SPBU Massemba, Kabupaten Enrekang. Karena kebetulan tanggal penutupan bulan lalu dan pembukaan bulan baru sama-sama berangka ganjil, pihak pengelola menerapkan aturan pengecualian agar tidak ada pemilik kendaraan yang merasa dirugikan.

 

Penanggalan yang Istimewa

 

Bulan Oktober 2026 berakhir tepat pada tanggal 31 — yang merupakan tanggal ganjil. Keesokan harinya, tanggal 1 November 2026 — juga jatuh pada angka ganjil. Dua hari berturut-turut dengan tanggal ganjil, membuat pemilik kendaraan berpelat nomor genap praktis kehilangan kesempatan untuk mengisi bahan bakar selama dua hari.

 

Kebijakan yang Memanusiakan

 

Menyadari hal ini, pihak manajemen SPBU Massemba mengambil langkah cepat dan bijaksana: khusus pada hari Minggu, 1 November 2026, pengisian BBM dibuka untuk pelat ganjil DAN genap secara bersamaan.

 

“Karena tanggal 31 Oktober adalah ganjil, dan keesokan harinya tanggal 1 November juga ganjil, maka kendaraan berpelat genap praktis tidak mendapat giliran selama dua hari berturut-turut. Oleh karena itu, khusus hari ini kami memberikan kelonggaran dengan melayani keduanya sekaligus,” jelas perwakilan manajemen SPBU Massemba.

 

Disambut Hangat Masyarakat

 

Kebijakan cerdas ini langsung mendapat apresiasi dari masyarakat. Ahmad, salah seorang pengendara yang berpelat genap, mengaku sempat cemas:

 

“Sempat kaget juga karena kemarin ganjil, hari ini juga ganjil. Untung pihak SPBU sigap, jadi kami tetap bisa kebagian BBM tanpa harus menunggu besok. Luar biasa pelayanannya!” ujarnya dengan lega.

 

Kembali Normal Mulai Besok

 

Pihak SPBU mengingatkan, mulai Senin, 2 November 2026, sistem ganjil-genap akan kembali berjalan seperti biasa sesuai tanggal yang berlaku. Masyarakat diimbau tetap tertib dalam mengantre demi kenyamanan bersama.

 

 

Kisah kecil namun bermakna — kebijakan yang mendengarkan kebutuhan rakyat.