April 16, 2026

A Digitalisasi Keuangan PPU: Bupati Mudyat Serahkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah

IMG-20250806-WA0005

Penajam Pelopornews – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, memimpin langsung penyerahan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab PPU. Acara high level meeting percepatan dan perluasan digitalisasi daerah ini berlangsung Senin (4/8/2024) di Aula lantai I Kantor Bupati, menandai langkah signifikan menuju tata kelola keuangan yang lebih efisien dan transparan.

Hadir pula Wakil Bupati Abdul Waris Muin, Sekda Tohar, Kepala BKAD Muhajir, perwakilan Direktur Utama PT. BPD Kaltim Kaltara, pimpinan perangkat daerah, perwakilan Bank Kaltimtara cabang Penajam, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menekankan bahwa KKPD, sesuai arahan pemerintah pusat, merupakan terobosan strategis untuk meningkatkan efektivitas belanja daerah. Langkah ini, didukung Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri yang mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

“KKPD diharapkan mempermudah dan memperlancar urusan SKPD, meningkatkan pelayanan publik, dan sekaligus mengontrol belanja,” tegas Bupati Mudyat. Transaksi non-tunai yang lebih cepat, akurat, dan tercatat rapi, merupakan wujud nyata good governance dan penguatan digitalisasi sistem keuangan daerah.

Bupati Mudyat juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPD Kaltimtara atas kolaborasi dan komitmennya dalam mendukung program ini. “Kerja sama ini meningkatkan pelayanan masyarakat. Sinergi antara Pemda dan Bankaltimtara menjadi kunci keberhasilan implementasi KKPD,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pengguna dan kuasa pengguna anggaran untuk memanfaatkan KKPD secara optimal dan bertanggung jawab, menjadikan kartu ini sebagai alat bantu pengelolaan keuangan yang profesional dan tertib administrasi. “Semoga ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola keuangan daerah yang lebih baik,” tutupnya.

Tip: Menggunakan bahasa yang lebih aktif dan ringkas membuat berita lebih menarik dan mudah dipahami. Fokus pada poin-poin penting dan menghindari pengulangan kalimat yang serupa.