Bersama Pemerintah Desa ,BPD Desa Buae Tinjau Jembatan Salo Buae yang Tergerus Longsor
PELOPORNEWS.SIDRAP–Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama pemerintah Desa Buae meninjau langsung kondisi jembatan Salo Buae yang terdampak longsor Rabu,18/12/2024
Kerusakan jalan disekitar jembatan diakibatkan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah ini beberapa hari terakhir.
Peninjauan ini merupakan langkah responsif BPD terhadap laporan dan aspirasi warga terkait kerusakan jalan di sekitar jembatan tersebut.
Ketua BPD Desa Buae, Mansur S.T., menyatakan bahwa kerusakan jalan di sekitar jembatan harus segera ditangani untuk mencegah dampak yang lebih serius. “Jika kerusakan ini dibiarkan, pondasi jembatan yang saat ini sudah rusak parah, terutama di bagian utara, berpotensi menyebabkan jembatan roboh,” ungkapnya.
Jalan ini adalah Akses Vital ke Perkebunan Warga,
Jembatan Salo Buae merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat menuju lokasi perkebunan di sekitar Gunung Malloci. Kerusakan jembatan ini menjadi ancaman serius bagi aktivitas pertanian warga. “Jika jalan ini putus, aktivitas warga ke perkebunan akan lumpuh total,” tambah Mansur.
Ia juga mengimbau warga, terutama pengendara yang bermuatan berat, untuk menghindari melintasi jembatan tersebut demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Harapan Warga untuk Penanganan Cepat :
Lamannennungeng (40), salah seorang warga Desa Buae, menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi jembatan. “Kami berharap ada penanganan serius agar jalan di sekitar jembatan ini tidak semakin tergerus longsor, karena jika jembatan ikut rusak, aktivitas pertanian dan perkebunan kami akan terhambat,” tuturnya.
Kepala Desa Buae, Ir. H. Laupe Umar, yang dikonfirmasi terkait kerusakan tersebut, menjelaskan bahwa karena jalan ini merupakan aset daerah, pemerintah desa akan segera berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR Kabupaten Sidrap untuk mencari solusi perbaikan.
“Jalan poros Malloci Desa Buae ini dulunya merupakan wilayah kerja Telkom yang ada di Gunung Malloci, namun informasi terakhir menunjukkan bahwa aset ini sudah menjadi milik daerah,” ungkap H. Laupe Umar.
Penanganan segera terhadap kerusakan ini sangat diharapkan agar jembatan Salo Buae tetap dapat berfungsi dengan baik dan mendukung aktivitas masyarakat Desa Buae, khususnya di Dusun 2, yang sangat bergantung pada akses ini untuk kegiatan perkebunan.(UM)





