Bumdes Paawaru Mandek, BPD Desak Pemerintah Desa Laporkan Kehilangan Aset ke Polisi
Morowali urara Pelopornews.info – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Paawaru saat ini dalam kondisi mandek dan tidak beroperasi sebagaimana mestinya. Warga menduga ada permasalahan dalam pengelolaannya, terutama terkait transparansi keuangan dan aset.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Paawaru, Leny, meminta pemerintah desa segera menindaklanjuti persoalan ini dan memberikan jawaban kepada masyarakat. Salah satu permasalahan yang mencuat adalah hilangnya 55 tabung gas elpiji 3 kg yang seharusnya menjadi aset Bumdes.
“Kami BPD meminta kepala desa segera membuat laporan polisi terkait hilangnya 55 tabung gas elpiji 3 kg,” ujar Leny dalam pernyataannya, Minggu (17/3/2025).
Bumdes Paawaru mendapatkan penyertaan modal pada tahun 2021 senilai Rp 140 juta. Dana tersebut digunakan untuk menjalankan dua unit usaha utama, yaitu pangkalan gas elpiji dengan total 70 tabung gas dan usaha penyewaan tenda serta kursi.
Namun, dalam perkembangannya, usaha pangkalan gas elpiji berhenti beroperasi selama satu tahun terakhir. Hal ini diduga terjadi akibat hilangnya sejumlah tabung gas yang seharusnya masih tersimpan di gudang Bumdes.
Selain itu, dari aset 260 kursi yang dimiliki Bumdes, tercatat sebanyak 45 kursi juga hilang tanpa ada kejelasan.
Kepala Desa Paawaru, Yudo Mintarso, mengakui bahwa memang ada kehilangan aset yang menjadi perhatian serius. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
“Iya, kemarin sudah ada rapat dengan BPD juga. Memang ada pengurangan tabung gas, katanya mau dilaporkan. Awalnya diduga hilang karena kecurian di gudang,” ujar Yudo.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian apakah laporan resmi telah diajukan ke pihak kepolisian atau masih dalam proses.
Warga berharap pemerintah desa segera mengambil langkah konkret agar permasalahan ini bisa diselesaikan dan Bumdes dapat kembali beroperasi sebagaimana mestinya.




