Februari 11, 2026

Gas LPG Langka, mak- mak menjerit

Gas LPG Langka mak- mak menjerit

pelopornews.info | kutai kartanegara-Menjelang hari raya idul adha, warga Muara jawa mengeluhkan sulit menemukan gas 3 kg di pasaran. mereka rela antri panjang selama berjam jam sambil berpanas panasan demi untuk mendapatkan sebotol gas LPG 3 kg. Bahkan ada yang sudah antri hampir seharian untuk mendapatkan giliran penukaran tabung gasnya namun tidak mendapatkan apa yang di inginkannya.

Seperti yang dialami ibu ratna”, saya sudah antri dari jam 08.00 pagi sampai jam 02.lewat, namun sayangnya apa yang saya harapkan tidak membuahkan hasil, banyak yang lain sudah antri berjam jam tapi tidak dapat tabung gas, karena tabung gas yang datang tidak mencukupi sangking banyaknya orang yang sudah ngantri duluan”.jelas ibu ratna

Hal serupa juga di alami oleh ibu yuni, “saya sudah keliling di mura jawa ini sejak 2 hari yang lalu, setiap warung saya hampiri namun semuanya kosong, hingga hari ini saya ikut antri dri jam 09 .00 hingga jam 2 siang namun sialnya saya masih kehabisan tabung gas”.ujar ibu yuni

Kelangkaan gas subsidi yang dikenal dengan sebutan gas melon jelang raya idul adha bukan hal baru, pasalnya hampir setiap perayaan, gas 3 kg selalu menjadi permasalahan di kalangan masyarakat, terutama pada ibu ibu rumah tangga.

Di tempat terpisah pun juga terjadi kerumunan dan desak desakan oleh para pelanggan gas LPG demi untuk mendapatkan kupon antrian, sementara apa yang mereka tunggu belum juga tiba dari Pangkalan gas samarinda.

 

Ibu haryati (45), warga muara pegah Kelurahan muara kembang, Kecamatan muara jawa mengaku sudah mengalami kesulitan mendapatkan gas subsidi ini sejak tiga hari terakhir.

“Cari tabung gas LPG 3 kg saat ini sulit,” keluhnya, (senin 10/06/2024).

Kalau pun ada, katanya, harganya di tingkat pengecer sangat tinggi, mencapai Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per tabung.

“Sangat mahal harganya karena langka,” ujarnya.

Gas LPG ukuran 3 kg sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, apa lagi bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, karena selain gas tidak ada upaya lain bagi ibu ibu untuk memasak di dapur, beda halnya kalau di hutan selain gas masih bisa pakai kayu.

 

Ibu ira (42) mengatakan, hal ini kerap ia rasakan saat menjelang lebaran, gas elpiji 3 kg susah ditemukan, kalaupun ketemu biasanya harganya jadi lebih mahal, bahkan bisa mencapai Rp.45 rb hingga 50.000 per tabung.

“Biasa kalau sudah mau lebaran pasti begini, susah gas 3 kg,” sudah jadi tradisi.” ucapnya.

 

Pelopornews.kaltim